Money Politic Masih Menjadi Fokus Bawaslu Jateng di Pilkada Serentak 2024

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241020 220916
Kordiv humas dan data informasi Bawaslu Jateng, Sosiawan, saat berkunjung di Grobogan.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah, ungkap Money Politic atau politik uang masih menjadi fokus pengawasan karena dinilai memiliki kerawanan yang sangat tinggi saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Berdasarkan pemetaan Bawaslu selama ini, tingkat kerawanan politik masih sangat tinggi, baik di skala nasional maupun daerah.

Hal itu diungkapkan Kordiv humas dan data informasi Bawaslu Jateng, Sosiawan saat mengunjungi Expo pengawas yang digelar Bawaslu Grobogan, Minggu (20/10/2024).

Sosiawan menyebutkan, jauh-jauh hari dari Bawaslu Republik Indonesia telah melakukan pemetaan kerawanan dalam skala nasional.

“Sekala nasional sudah ada pemetaan kerawanan Pilkada. Bahkan di nasional sudah ada indeknya,” katanya.

Terlebih di era globalisasi dan era sosial media, sambung Sosiawan, pemetaan kerawanan juga dilakukan. Diantaranya, Politik isu SARA, ujaran kebencian, kampanye hitam, hoax.

“Sudah kita petakan, itu menjadi aspek kerawanan yang tinggi,” bebernya.

Ia menjelaskan, pemetaan dilakukan di netralitas aparat, baik aparat negara maupun aparat pemerintahan. Diantaranya, ASN, TNI, POLRI, sampai Kepala Desa dan Perangkat Desa.

“Semua aparat, kita harapkan bisa bersikap netral dalam Pilkada serentak nanti,” ucapnya.

Menurutnya Friksi ditengah masyarakat saat Pilkada selalu ada. Sehingga, dapat menimbulkan ancaman dalam Pilkada.

“Bentuk lain friksi di masyarakat, gesekan saat kampanye, perusakan apk sampai hal lainya,” katanya.

Sementara, saat ditanya terkait pemetaan kerawanan Pemilu 2024. Ia menyebutkan tidak ada perbedaan. Yaitu, tiga besar yang menjadi sorotan Bawaslu. Diantaranya politik uang, politisasi SARA, dan ujaran kebencian.

“Pemetaannya sama dengan pemilu sebelumnya, tapi varian-varianya masih banyak, varian itu sesuai dengan daerah masing-masing. Sementara yang menjadi sorotan kami, adalah tiga hal itu,” ungkapnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page