Spanduk Provokatif Tolak Pemimpin Dinasti Bermunculan, Begini Respon Cerdas Warga Sragen

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241011 224642
SPANDUK: Jadi perhatian penggunan jalan yang melintasi jalur Sragen-Ngawi.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2024, sejumlah spanduk provokatif nampak bertebaran di beberapa wilayah di Kabupaten Sragen.

Beberapa spanduk provokasi yang terbentang di jalan raya Sragen- Ngawi tepatnya di seputaran SPBU Tunjungan Desa Toyogo itu bertuliskan “Pangapunten Pak Dewan Untuk Pileg Kami Pilih Njenengan, Dalam Pilkada Kami Tolak Pemimpin Dinasti”. Di sampingnya terdapat gambar calon nomor urut 2 Sigit Pamungkas-Suroto.

Sementara, tak jauh dari lokasi terdapat juga spanduk yang bertuliskan “Karanganyar Bersatu Tolak Pemimpin Dinasti,” dan terdapat kata “Rakyat Bergerak” yang menegaskan seakan-akan telah terjadi sebuah penolakan dari rakyat kepada pemimpin kedinastian di Pilkada Sragen 2024.

Tak ada yang tahu maksud dan tujuan pemasangan spanduk provokatif tersebut, Namun keberadaan tulisan di spanduk tersebut sempat menyita perhatian pengguna jalan yang menuju ke arah Sragen dan arah sebaliknya.

“Pilkada Sragen seru, banyak spanduk yang menyerukan tolak pemimpin dinasti, beberapa waktu yang lalu saya lewat sini belum ada, tapi sekarang banyak spanduk,” ujar Ida, salah satu pengguna jalan asal kota Solo, Jumat (11/10/2024).

Ida berpendapat, tulisan di spanduk itu mengarah kepada kepenolakan dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Untung Wibowo Sukowati-Suwardi dipilkada 2024.

Sebelumnya, ramai diberitakan berberapa waktu yang lalu, kemunculan spanduk bernada provokatif dengan tulisan spanduk menyindir mantan Bupati Sragen Agus Fatchurrahman dengan membenturkan dengan PNS.

Mantan Bupati Agus Fatchurahman disuruh minta maaf pada PNS Sragen atas pernyataan yang menyindir dan menyebutkan PNS terkait pindahnya kantor Pemkab terpadu.

Selanjutnya, gantian nama mantan Bupati Sragen Untung Wiyono dimunculkan secara politis terkait ijazah palsu. Hal itu ditunjukkan adanya spanduk berwarna merah yang terpasang di utara makam pahlawan Manding, perempatan SMPN 6 Sragen dan di pertigaan ring road Nglorog.

Di dalam spanduk tersebut mantan Bupati Untung Wiyono disandingkan dengan anaknya Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan adiknya Calon Bupati Untung Wibowo Sukawati. Mereka diminta untuk meminta maaf kepada rakyat Sragen.

Di sisi lain, keberadaan beberapa spanduk yang menunjukkan saling serang antara kedua mantan Bupati Sragen Agus Fathurrahman dan Untung Wiyono menambah suasana politik di Sragen memanas.

Sehingga, hal itu memunculkan opini publik seakan-akan yang berkompetisi di pilkada 2024 di Kabupaten Sragen bukan Bowo-Suwardi ataupun Sigit-Suroto melainkan pertarungan para mantan Bupati sepuh Sragen.

Akan Hal itu, sebagian masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sragen Damai ( AMPSD) mulai bersuara. Mereka menyayangkan adanya spanduk bernada provokasi yang beredar saat ini.

“Tentunya hal ini memberikan contoh yang tidak baik terhadap masyarakat, dampak yang tidak baik terhadap masyarakat. Harusnya semua menjunjung tinggi demokrasi dengan berpolitik yang santun dan sportif,” ungkap Susilo, ketua aliansi masyarakat peduli Sragen damai kepada kabarterdepan.com.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Sragen untuk senantiasa menjaga kerukunan, tak mudah terprovokasi dengan segala isu atau segala bentuk provokasi jelang pilkada yang belum tentu terbukti kebenarannya.

“Mari senantiasa kita jaga etika berpolitik, kesantunan berpolitik, dan budaya sehingga kabupaten Sragen selalu damai,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya berharap kepada para calon yang ikut dalam kontestasi pilkada Sragen yakni paslon Bowo-Wardi dan Sigit-Suroto agar mengedepankan program, serta visi dan misi mereka dalam menggaet hati masyarakat dipilkada 2024 untuk menuju Sragen yang maju, hebat dan bermartabat.(Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page