
Jakarta, Kabarterdepan.com – Pegiat media sosial, Permadi Arya yang juga dikenal dengan Abu Janda mengingatkan, ditahannya ASN Dinas Perhubungan ( Dishub ) Parepare dan Ratu Entok adalah bukti jempol netizen dapat membuat perubahan dengan viralnya kasus tersebut.
“Jadi, kita harus kompak, jangan pernah lelah mengayunkan jempol kita, khususnya setiap ada kasus intoleransi,” tutur Abu Janda.
Lebih lanjut, Abu Janda menegaskan, No Viral, No Justice (Tidak Viral, Tidak Ada Keadilan). Sehingga, netizen juga memberikan pengaruh dan dukungan kepada aparat penegak hukum untuk berani menindak tegas kasus intoleran di Indonesia ini.
“Saya yakin dan percaya, kalau netizen kompak, ditambah dengan dukungan dari media-media yang berani menyuarakan kebenaran, maka semakin berkurangnya kasus intoleran. Terbukti, saat ini 2 kasus intoleran sudah mendapatkan perhatian dari pihak kepolisian sehingga keduanya sudah ditetapkan tersangka dan ditahan, yakni Ratu Entok dan Fahri Nusantara,” pungkasnya.
Perlu diketahui, postingan video terkait seruan perang yang dilakukam oleh ASN Parepare Fahri Nusantara di akun instagram @permadiaktivis2 telah ditonton sebanyak 789 ribu kali, disukai sebanyak 25,9 ribu kali, mendapatkan 8.213 komentar dan diteruskan 2.680 kali.
Sedangkan, postingan video kolaborasi dengan selebgram @zanzabellaa yang menyoroti video viral Ratu Entok dalam mengomentari gambar Yesus di akun instagram @permadiaktivis2 juga mendapatkan perhatian publik, karena telah diputar sebanyak 586 ribu kali, disukai sebanyak 25,1 ribu kali, mendapatkan 2.837 komentar dan diteruskan 1.092 kali.
