
Grobogan, kabarterdepan.com –
Inovasi pengembangan Sistem Integrasi Ijazah dan Kartu Keluarga Jadikan Data Warga Akurat ‘Si Jaka Jawara’ dinilai mampu mempercepat update data siswa sekolah dan data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Grobogan.
Hal itu disampaikan Sekda Grobogan Anang Armunanto melakukan Launching Si Jaka Jawara bertempat di Gedung Riptaloka Grobogan, Rabu (9/10/2024).
Anang mengatakan, data yang akurat adalah fondasi dari kebijakan yang efektif dan tepat sasaran. Inovasi Si Jaka Jawara bertujuan untuk memastikan setiap perubahan data pendidikan penduduk di Kabupaten Grobogan terintegrasi dengan baik, sehingga data kependudukan menjadi lebih valid dan akurat.
“Melalui inovasi ini, menjadi solusi bagi penduduk yang tidak melaporkan perubahan tingkat pendidikan anggota keluarganya,” katanya.
Sistem Si Jaka Jawara merupakan salah satu dari beberapa inovasi sistem yang sudah diluncurkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Dispendukcapil) Grobogan setelah sebelumnya ada inovasi sistem Mencari Kekasihku dan Pos Pade.
“Inovasi Si Jaka Jawara ini berhasil mempercepat upgrade data 3.186 kartu keluarga (KK) kepada 10 SMA sederajat,” imbuh Anang.
Menurut Anang, adanya Si Jaka Jawara ini tak hanya update data siswa setelah lulus sekolah, namun juga membantu update data angka anak tidak sekolah (ATS).
“Hasil Si Jaka Jawara ini turut terintegrasi dengan perubahan data ATS, karena adanya update data pendidikan. Karena selama ini banyak yang belum terupdate, banyak yang masih berstatus SD atau SMP. Padahal seharusnya sudah bukan lagi itu,” ungkap Anang.
Sementara, Kepala Dispendukcapil Grobogan Achmad Basuki Mulyono melalui Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Ismunarningsih menambahkan, locus Si Jaka Jawara ini sementara di sepuluh sekolah yakni MA Tajul Ulum Grobogan, SMKN 2 Purwodadi, SMKN 1 Wirosari, SMAN 1 Toroh, SMAN 1 Purwodadi, SMA Muhammadiyah Purwodadi, MAN 1 Grobogan, MA Manba’ul A’laa, SMK Gajah Mada dan SMAN 1 Grobogan.
“Dari sepuluh sekolah tersebut kami menyerahkan 3.186 KK,” kata Wanita yang akrab dipanggil Ismu.
Inovasi ini merupakan kerjasama antara Dispendukcapil dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama dan Satuan Pendidikan tingkat SLTA.
Dalam melakukan update data pendidikan guna meningkatkan akurasi dan validitas data kependudukan melalui layanan penerbitan Kartu Keluarga.
“Oleh karena itu untuk mewujudkan data kependudukan yang valid atau akurat, bermuara dari update kartu keluarga. Karena KK merupakan dokumen dasar yang memegang peranan penting dalam administrasi kependudukan dan menjadi “hulu” dalam rangkaian terbitnya dokumen kependudukan yang lain,” tegasnya. (Masrikin).
