Catur Sugeng Susanto Janji Sejahterakan Guru Ngaji dan Petani di Grobogan

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241009 211954
Catur Sugeng Susanto Calon Wakil Bupati nomor urut 2 (kanan) dengarkan keluhan Guru ngaji di Grobogan, (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Catur Sugeng Susanto, Calon Wakil Bupati (Cawabub) Grobogan menilai guru ngaji dan guru madrasah harus dipedulikan.

Hal itu diungkapkan Cawabub yang mendampingi Bambang Pujiyanto dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Grobogan 2024 dalam kunjungan nya di Desa Jetis, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Rabu (9/10/2024).

Dalam kunjungan itu, Catur mengaku sempat berdiskusi dengan para kyai dan guru ngaji setempat, membahas sejauhmana kepedulian pemerintah kedepan terhadap bidang keagamaan, khususnya para guru ngaji di madrasah

Kepedulian yang dimaksud Catur adalah pemberian insentif dan fasilitas lain untuk para guru madrasah di Kabupaten Grobogan.

“Mereka (Guru ngaji) sebagai ulama, dan umara’ harus berjalan berdampingan. Sehingga kita harus memiliki kepedulian, sehingga bisa berjalan dengan baik dan kondusif,” katanya.

Semenjak masa kampanye, Catur mengaku telah melakukan penyerapan harapan masyarakat Grobogan. Menurutnya kabupaten Grobogan tidak begitu luas secara geografis. Namun kepadatan penduduk yang perlu menjadi perhatian khusus karena kelompok-kelompok masyarakat begitu banyak.

“kalau dibanding Kabupaten Kampar, masih besar Kampar tiga kali lipat,” kata Catur

Sementara itu, disinggung ratusan ribu jiwa penduduk kabupaten Grobogan yang masih hidup di garis kemiskinan, Catur mengakui bahwa kabupaten Grobogan masih lebih tinggi dibanding angka Nasional. Selanjutnya ia mengatakan penekanan kemiskinan harus beriringan dengan program yang dibawa nanti.

“Nanti bagaimana bisa turunnya, itu seiring sejalan sejauh mana daya beli masyarakat Grobogan,” bebernya.

Lebih lanjut, Catur dalam kunjungannya mengatakan bahwa di hari tersebut telah melakukan kunjungan ke beberapa tempat bersama Calon Bupati Bambang Pujiyanto. Diantaranya, Pasar Kradenan, Objek wisata Bleduk Kuwu, serta melakukan panen jagung bersama masyarakat Desa Rejosari, Kradenan, Grobogan.

Ia mengungkapkan masyarakat Grobogan khususnya para petani mengeluhkan pengambilan pupuk subsidi. Selain itu ia menyoroti peran pemerintah terkait kepedulian olah tanah yang digunakan para petani, alat pertaniannya, dan akses bibit tanam.

“Masyarakat juga meminta sumur-sumur karena pada musim kemarau susah untuk menyiram tanaman. Masyarakat berharap, pemerintah dapat membangunkan sumur-sumur yang dalam seperti sumur bor, agar musim kemarau dapat menyirami tanaman jagung miliknya,” ungkap Catur. (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page