
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sebuah lahan yang awalnya kebun bambu disulap oleh beberapa pemuda untuk dijadikan sebagai pasar dadakan yang dinamakan Pasar Kebon Ngrayung di Dusun Ngrayung, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Baru saja dibuka secara resmi, ratusan warga ramai ramai mendatangi sebuah lokasi untuk sekedar menikmati makanan dan minuman dan bersantai di bawah rimbunnya pohon bambu.
Suasana tempo dulu itu lebih terasa melekat dengan alunan lagu gending gending dan dangdut dari musik tradisional dari beberapa pemuda setempat.
Fajar, salah satu pengelola pasar kebon mengatakan, hari ini merupakan pembukaan yang nantinya akan buka kembali pada 2 minggu mendatang.
“Hari ini tadi pembukaan, akan dibuka lagi setiap 2 minggu sekali,” katanya, Minggu (6/10/2024) siang.

Menurutnya, ia memanfaatkan puluhan warga sekitar yang memiliki UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan menjual makanan dan minuman tradisional.
“Ada 50 penjual makanan zaman dulu dan modern, rata-rata warga sekitar sini semua,” tuturnya.
Menariknya, sistem penjualan di pasar yang hanya buka pada hari Minggu itu bertransaksi tidak menggunakan uang tunai melainkan dengan tukar koin gobog seperti zaman dulu.
“Sistemnya tukar koin gobog seharga Rp 2000 kalau makanan di bawah Rp 10.000,” jelasnya.
Antusias masyarakat pun di hari pertama dibuka telah diminati ribuan warga mulai dari orang dewasa, remaja dan anak anak dari berbagai daerah di Mojokerto.
“Alhamdulillah ini tadi yang datang lebih dari 1000 orang,” pungkasnya. (*)
