Wow! Ada Wisata Petik Buah Melon di Mojokerto, Manis dan Terjangkau

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241006 061825
Sejumlah pengunjung wisata petik buah melon. (Redaksi/kabarterdepan.com)

Mojokerto, kabarterdepan.com – Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mendadak jadi spot wisata petik buah melon. Hal ini bersamaan dengan panen raya buah melon di desa setempat.

Pengunjung tak hanya berasal dari Kecamatan Jetis saja, tetapi juga datang dari kecamatan lain seperti dari Kecamatan Gedeg, dan Kecamatan Dawarblandong. Bahkan ada pengunjung dari Gresik. Tidak hanya itu bahkan serombongan ibu-ibu datang dengan mengunakan kereta kelinci.

Di lokasi ini pengunjung dapat memilih dan memetik sendiri buah melon yang diinginkan. Harganya Rp 7 ribu perkilogram.

Menurut Indi, salah satu pengunjung asal Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mengaku datang ke lokasi setelah viral panen buah melon. Ia mengaku puas karena buah melon yang ia beli rasanya manis dan harganya yang terjangkau.

“Saya pensaran dan datang ke lokasi. manis (rasanya) harganya sangat terjangkau,” katanya, Jumat (4/10/2024).

Sementara itu menurut Suparno, petani buah melon menuturkan, mula-mula ia adalah petani jagung dan padi. Namun karena harga jagung kian anjlok di pasaran, sehingga petani tak dapat untung, begitu juga dengan padi yang harga gabah tidak menentu, makai a mencoba menanam melon. Ternyata hasilnya luar biasa.

“Ini 1,5 hektar, kurang lebih Rp 55 juta (biaya pembibitan sampai panen). Alhamdulilah (keuntungan) melimpat ganda, kalau jagung 10 hektar, ini melon hanya 1,5 hektar.” ujarnya penuh syukur.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Banjarsari, Subagio mengaku bersyukur budidaya buah melon ini menjadi terobosan baru untuk petani di Banjarsari. Kemungkinan ke depannya lebih banyak petani yang melakukan budidaya buah melon.

“Dengan adanya penanaman buah melon yang pertama kali dan dengan keberhasilan yang sangat melimpah ini, harapan saya petani-petani muda bisa mengembangkan bakat penenaman melon. Biar kit aitu ada terobosan-terobosan, tidak terpaku ke salah satu tanaman saja,” pungkasnya.

Subagio juga akan melirik budidaya buah melon ini sebagai program ketahanan pangan Desa Banjarsari, sebab manfaatnya sudah bisa dirasakan masyarakat. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page