Heboh Janda Cantik di Banyuwangi Bikin Konten Bohong tentang Hidup Miskin, Diungkap Pihak Kelurahan

Avatar of Redaksi
janda cantik di Banyuwangi
Tangkapan layar janda cantik di Banyuwangi bikin konten hidup miskin. (Youtube Bunga Desa)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Seorang wanita bernama Aulia berusia sekitar 30 tahun membuat heboh masyarakat Banyuwangi karena konten pengakuannya sebagai seorang janda miskin beranak satu yang hidup susah hingga tak bisa makan.

Di konten YouTube Bunga Desa yang menampilkan dirinya, sambil menangis, Aulia mengatakan sering menahan lapar karena tak setiap hari bisa makan akibat penghasilan yang kurang mencukupi.

“Kadang sehari makan bisa satu kali dua kali itu sudah bersyukur. Kadang dua hari saya baru makan,” ujarnya sambil terus menangis.

Namun kisah yang diungkap oleh Aulia, janda cantik di Banyuwangi, bahwa ia hidup di bawah garis kemiskinan ternyata bohong dan hanya konten yang dibuat-buat.

Terungkap Kondisi Janda Cantik di Banyuwangi

Hal tersebut terungkap setelah pihak kelurahan setempat yang diutus Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi untuk mengecek kondisi Aulia.

“Tadi pagi bu lurah, RT/RW, PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) dan bhabinsa sudah ke sana dan ternyata tidak seperti yang dikontenkan,” terang Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Khoirul Hidayat, Selasa (1/10/2024).

Berdasarkan hasil cek lapangan, petugas mendapati video yang beredar tidak benar dan Aulia berprofesi sebagai biduan, serta kondisi rumah yang ada di video YouTube juga sama sekali berbeda dengan kondisi rumah yang Aulia tempati.

“Yang bersangkutan adalah warga Kecamatan Lateng sesuai KK (kartu keluarga) yang ditunjukkan oleh keluarganya dan kontrak di Perum Gedong Kertosari,” urainya.

Petugas hanya bisa mendapatkan informasi terkait Aulia terbatas dari keluarga karena menurut keterangan keluarga, yang bersangkutan masih bekerja dan belum pulang saat petugas datang.

“Yang bersangkutan tidak bisa ditemui, menurut keluarga, yang bersangkutan sedang bekerja dan tidak pulang dari semalam,” tutur Irul.

Irul menambahkan, ia sangat menyesalkan tindakan penyebaran berita bohong yang dilakukan karena isu kemiskinan bukan hal yang pantas untuk dijadikan guyonan.

Sementara itu, terkait motif perempuan tersebut melakukan aksinya, Irul belum bisa berkomentar banyak karena petugas juga masih terus menggali informasi sambil meminta Aulia untuk membuat video klarifikasi dan permintaan maaf.

“Karena yang bersangkutan adalah biduan, kemungkinan dugaannya untuk pansos (panjat sosial),” tandasnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page