
Jakarta, kabarterdepan.com – Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis survei terbaru elektabilitas calon gubernur dan calon wakil gubernur Pilkada Jakarta 2024. Di survei ini belum ada salah satu paslon yang memiliki elektabilitas di atas 50 persen.
Survei ini menggunakan metode survei multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka.
Survei dilakukan 9 hingga 15 September 2024. Populasi survei merupakan warga Jakarta dengan jumlah responden 1.200. Hasilnya, jika elektabilitas cagub tanpa pasangan, maka Ridwan Kamil masih unggul.
“Ridwan Kamil 48,9%, Pramono Anung 22,1%, Dharma Pongrekun 4,1% dan yang memilih tidak Tahu 24,9%,” ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, Jumat (26/9/2024).
namun jika survei elektabilitas cawagub Jakarta. Hasilnya, calon dari PDIP Rano Karno unggul. Riciannya Suswono 27,6%, Rano Karno 37,6%, Kun Wardana 4,8% dan yang memilih Tidak Tahu 30%
“Hampir semua Pilkada, ada cawagub yang elektabilitasnya lebih tinggi dari cagubnya,” jelasnya, dalam pemaparan hasil survei Poltracking, Jumat (26/9/2024).
Lantas bagaimana jika Pilkada Jakarta digelar hari ini. Maka hasilnya pasangan Ridwan Kamil-Suswono 47,5%, Pramono Anung-Rano Karno 31,5%, Dharma Pongrekun-Kun Wardana 5,1%, dan Tidak Tahu persen 15,9%
Hanta Yuda mengatakan belum ada paslon yang memenuhi syarat 50 persen plus satu. Selisih RK-Suswono dengan Pramono-Rano Karno masih kompetitif.
“Selisihnya persis 16 persen, angka ini jauh kalau Pilkadanya seminggu lagi, tipis selisihnya kalau Pilkadanya masih jauh 2 bulan, fluktuatif masih mungkin, ini selisih tidak tinggi, hampir kompetitif. Tinggal apakah bisa melampauai 50 persen plus 1,” ujar Hanta Yuda.
Hanta Yuda juga bicara soal peluang Pilkada Jakarta berlangsung dua putaranini bisa terjadi bila elektabilitas calon independen naik dan RK dan Pramono sama-sama mengalami penurunan.
“Kalau calon independen yang naik maka akan berpluang dua putaran. Kalau ternyata pertumbuhan pada independen ini stuck di 5 persen, kemudian di antara 2 pasangan memiliki selisih maka pasti 1 putaran. Tetapi kalau misalnya Dharma-Kun naik sampai 2 dijit, kemudian Ridwan Kamil dan Pramono selisihnya makin tak jauh, maka putaran dua terbuka lebar,” jelasnya.
“Kalau hari ini berpotensi 1 putaran, tapi karena masih 2 bulan apalagi belum 50%+1 ini masih agak berimbang, independen tidak mengganggu kedua kandidat,” sambungnya.
Hasil survei Poltracking Indonesia untuk Pilkada Jakarta :
– Ridwan Kamil-Suswono 47,5%
– Pramono Anung-Rano Karno 31,5%
– Dharma Pongrekun-Kun Wardana 5,1%
– Tidak Tahu persen 15,9%
