
Kesehatan, Kabarterdepan.com – Gejala Demensia biasanya dikaitkan dengan lansia. Pasalnya, kondisi ini umumnya menyerang orang dewasa yang sudah tua. Namun, penyakit ini tak ayal dapat menyerang kalangan usia yang jauh lebih muda.
Demensia merupakan penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan cara berpikir. Penyakit ini kerap dihubungkan dengan seiring bertambahnya usia.
Dokter Alfian Chandiardy, M. Psi dari Klinik PB Sudirman Kota Mojokerto mengatakan, tanda awal demensia terlihat dari perubahan kecil pada ingatan dan kemampuan untuk fokus.
Hal kecil tersebut di antaranya lupa di mana barang diletakkan, tidak dapat mengingat apa yang perlu dilakukan, tidak dapat mengingat rutinitas meskipun sering melakukannya.
Simak Gejala Demensia
“Awalnya mungkin seseorang mengalami lupa ringan, kemudian tidak dapat melakukan hal-hal yang kompleks. Misalnya, jika di rumah perlu dibantu dengan orang lain ketika akan melakukan aktivitas,” jelas dr Alfian.
Dokter Alfian menambahkan, tanda demensia lainnya adalah ketidakmampuan menyelesaikan percakapan lantaran Anda kesulitan menemukan kata-kata yang tepat. Perubahan suasana hati juga menjadi indikator lain seseorang mengalami masalah kesehatan mental.
“Yang lebih berat lagi, bicara pun sangat terbatas hanya 1-2 kata. Berdiri tidak bisa, duduk tidak bisa, angkat kepala tidak bisa, dan hanya bisa di tempat tidur saja sampai akhir hayatnya. Itu yang harus dipahami tingkat keparahannya,” jelasnya.
Adapun terkait faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia, dr Alfian menjelasan bahwa demensia berkaitan dengan gaya hidup, makanan yang dikonsumsi, isolasi sosial, ketidakaktifan kognitif, dan depresi.
“Makanan atau minuman yang manis, makanan dengan lemak jenuh, dan sering merokok,” ujarnya. (*)
