
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Musala di Pungging Krisik, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto harus kehilangan aliran listrik setelah dicopot petugas rompi hijau beberapa bulan yang lalu.
Akibatnya, aktifitas beribadah seperti adzan dan lainya tanpa menggunakan microfon, sedangkan aliran untuk air wudhu dialiri dari tetangga.
Rokhim, takmir musala Al Hamid mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar satu bulan yang lalu, menurutnya selama ini proses ibadah di musola waqof itu tanpa dialiri listrik.
“Ibadah disini tanpa listrik sekarang, karena takut dari pihak PLN, tapi ya semua orang kasihan,” katanya, Senin (23/9/2024) siang.
Ada Apa Dengan Musala di Pungging
Awal permasalahan itu diawali pada sekitar 2 tahun silam, Rokhim menceritakan jika akses jalan perkampungan di samping musholla itu sempit, sehingga tidak bisa dipasang tiang penerangan jalan.
Hingga akhirnya, warga sepakat jika lampu jalan dipasang di area pelataran musholla.
“Ujung ujungnya pemutusan spedometer (meteran) gak tau alasanya tiba-tiba diputus,” terangnya.
Ia pun berusaha mendatangi kantor PLN Mojosari untuk menanyakan titik perkara tersebut. Namun lanjut Rokhim ia dimintai harus membayar denda yang telah ditetapkan petugas tersebut.
“Minta uang lima juta berapa gitu, untuk pengambilan speedometer (meteran) yang diambil itu,” tandasnya.
Sementara itu, Anwar, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Mojosari saat ditemui dikantornya mengatakan, permasalahan ini merupakan miskomunikasi antara petugas dan pengurus musala di Pungging tersebut.
Menurutnya, pihaknya dalam waktu dekat akan kembali memasang aliran listrik di musholla waqof yang telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu tersebut.
“Saya tadi sudah kesana, tadi sudah rembukan Insya Allah besok siang sudah selesai,” pungkasnya. (*)
