Satu Korban Jiwa Laka Maut Banyuwangi Hendak Adu Nasib ke Bali

Avatar of Redaksi
IMG 20240923 WA0064
kondisi elf yang mengalami kecelakaan. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com- Kisah menyedihkan dialami penumpang elf asal Surabaya yang terlibat kecelakaan (laka) maut di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (23/9/2024).

Satu di antara 4 korban jiwa adalah Triono, warga Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk yang menumpang elf tersebut berangkat untuk mengadu nasib sebagai kuli bangunan di Bali, seperti yang diungkapkan rekan Triono, Murdopo.

Murdopo mengurai, Triono adalah kepala tukang yang mengajak dirinya dan beberapa kuli lain untuk bekerja ke Bali untuk bekerja merenovasi bangunan.

Sebelum berangkat ke Bali, Triono lebih dulu mengerjakan proyek di Tangerang dan rehat selama satu minggu untuk kemudian berangkat ke Bali mengerjakan proyek berikutnya.

“Pak Triono orangnya biasa. Tidak sombong. Suka cari teman. Suka bawa orang (ikut kerja bangunan),” kenang Murdopo.

Murdopo mengurai, total ada 5 orang yang hendak pergi untuk bekerja sebagai kuli bangunan ke Bali. Selain Triono dan Murdopo, ada tiga orang lainnya yang tergabung dalam rombongan itu.

“Rombongan saya yang meninggal ada dua. Selain Pak Triono, ada juga satu lagi warga Blora (Jawa Tengah). Saya juga baru kenal ini tadi,” terang Murdopo.

Murdopo juga menceritakan, saat kecelakaan terjadi, Triono duduk dibangku ketiga dari belakang sisi kanan, sementara Murdopo duduk di kursi belakang Triono sisi kiri.

Untuk diketahui, kecelakaan maut antara elf dan truk towing pengangkut ekskavator tersebut mengakibatkan empat orang tewas di lokasi kejadian, dua sekarat di RSUD Blambangan, sementara belasan lainnya luka-luka.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Heru Slamet Hariyanto mengurai, kecelakaan bermula ketika elf travel pengangkut 18 orang penunpang melaju kencang dari arah Situbondo menuju Banyuwangi.

“Informasi dari warga yang kami terima, elf melaju dengan kecepatan tinggi,” kata Heru, Senin (23/9/2024).

Dari arah berlawanan, melintas kendaraan towing pengangkut ekskavator, hingga elf yang melaju kencang dan terlalu ke kanan dari jalur tak dapat menghindari kecelakaan.

“Elf terlalu ke kanan sehingga membentur towing yang sedang melintas ke arah utara. Sehingga untuk ekskavator yang diangkut sampai terlepas dari elf,” sambungnya.

Ekskavator yang lepas kemudian menghantam elf kedua yang ada di belakang elf yang terlibat kecelakaan. Akibatnya elf pertama rusak parah hingga ringsek di seluruh bagian body, sementara elf kedua rusak ringan. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page