Peringati Maulid Nabi Muhammad, Pawai Budaya di Desa Sumbermulyo Jombang Dinilai Melenceng

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 09 23 at 10.59.21 AM
Pawai Budaya di Jombang (Rebeca/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Sisi lain acara pawai budaya Desa Sumbermulyo dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dan HUT Jam’iyah Mahabaturrosul dirasa meresahkan pada beberapa pihak.

L (50) warga Dusun Subentoro mengaku, pawai budaya yang diselenggarakan dalam satu tahun sekali sudah melenceng dari tema.

“Dulu acaranya sudah sesuai tema, acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dan HUT Jam’iyah Mahabaturrosul pesertanya berkostum dan pawai sesuai dengan selayaknya. Sekarang sudah melenceng,” ungkapnya.

Ia merasa pawai yang diselenggarakan terkesan sangat melenceng dari awal mula acara dibentuk. Dan tidak jarang pula merugikan banyak pihak.

“Dulu sebelum KH Sholihin Hamzah almarhum, pemuda-pemuda masih patuh dan tidak berani melanggar peraturan tidak tertulis dari panitia. Sekarang ya pesertanya nyewa salon gede-gede, serta menyewa penari tidak senonoh, sampai ada sawer menyawer juga,” jelasnya.

L juga menjelaskan, tidak hanya dari sisi pawai budaya yang meresahkan. Ia juga keberatan dengan dana iuran wajib yang diminta oleh panitia.

Tidak tanggung-tanggung, iuran yang diminta bisa lebih dari Rp 500.000. Tidak termasuk konsumsi yang dikumpulkan untuk peserta pawai budaya.

“Setahu saya beda dusun beda jumlah iuran, kalau di sini (Subentoro) pemudanya Rp 300.000, tiap KK itu Rp. 150.000. Itu cuma kelompok Pemuda, yang kelompok Pemudi belum lagi,” kata L.

Dana iuran yang dikumpulkan tidak hanya untuk sewa sound system, dana tersebut juga digunakan untuk memberikan konsumsi kepada pekerja sound system yang disewa.

“Pekerja sound system tidak mau makan tidak enak, seperti nasi lauk tempe tidak mau. Dan pekerjanya lumayan banyak, kalau di sini sudah 3 hari kami memberikan konsumsi,” jelasnya. (Rebeca)

Responsive Images

You cannot copy content of this page