
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah mencapai ujung pelaksanaannya pada Kamis, (19/9/2024).
Dalam rangkaian bunga desa terakhirnya, wanita kelahiran 10 September 1974 silam yang juga merupakan inisiator program tersebut mengunjungi 3 desa di Kecamatan Wongsorejo yakni Desa Bajulmati, Desa Sidodadi dan Desa Bangsring.
Gelaran bunga desa terakhir tersebut dikarenakan istri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Mempan RB) Abdullah Azwar Anas itu tak bisa menjalankan agenda ngantor di desa untuk sementara waktu karena harus cuti jabatan sebab maju kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Di penghujung pelaksanaan program, Ipuk mengatakan bahwa ia telah melakukan berbagai evaluasi selama menjalani Bunga Desa, terutama dari segi teknis pelaksanaan Bunga Desa itu sendiri.
“Setiap bunga desa, antusias masyarakat sangat tinggi. Yang saya evaluasi adalah terkait teknis pelaksanaan sehingga saya semakin banyak menyapa masyarakat,” urai Ipuk.
Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan berbagai evaluasi untuk memadatkan kegiatan sehingga dapat lebih banyak menjangkau masyarakat, namun terkendala teknis waktu.
Namun demikian, Ipuk memastikan kendala-kendala tersebut tak mengganggu penyerapan aspirasi dari masyarakat, karena kegiatan-kegiatan lain di luar Bunga Desa juga cukup tepat sasaran untuk menyentuh masyarakat.
“Kalau kegiatan-kegiatan lain sudah lebih tepat sasaran ke masyarakat dan kami juga bisa mengambil aspirasi dari masyarakat, kepala desa dan sebagainya,” tutur Ipuk.
Untuk diketahui, dalam pelaksanaan Bunga Desa, Ipuk selama satu hari beraktivitas di desa yang dikunjungi dengan agenda-agenda yang telah disusun, bertujuan untuk melihat langsung kemajuan maupun kendala yang dihadapi masyarakat terkait persoalan kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga infrastruktur.
Tak lupa, di semua pelaksanaan bunga desa juga Ipuk mengunjungi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disebutnya sebagai upaya menggenjot ekonomi arus bawah.
Sementara itu, Ipuk dan calon wakilnya, Mujiono akan menghadapi penetapan calon kepada daerah yang turut mengikuti kontestasi pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 September mendatang dan setelahnya Ipuk resmi cuti dari kepemimpinannya.
Begitu juga dengan Mujiono yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi juga mundur dari jabatannya sebelum ditetapkan sebagai cakada.
Mujiono resmi mundur pada Rabu, (18/9/2024) dan digantikan oleh Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo yang saat ini mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Sekda Banyuwangi. (Fitri)
