Hidup Sebatang Kara, Pria di Kutorejo Ditemukan Membusuk

Avatar of Andy Yuwono
Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto saat melakukan olah TKP di rumah seorang pria paruh baya, Ladi (68) yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (19/9/2024) pagi (Andy / Kabarterdepan.com)
Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto saat melakukan olah TKP di rumah seorang pria sebatang kara, Ladi (68) yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (19/9/2024) pagi (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Warga di Dusun Turi, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto di gegerkan dengan adanya seorang pria sebatang kara yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (19/9/2024) pagi.

Korban adalah pria paruh baya, Ladi (68) yang ditemukan telah membusuk, diduga korban meninggal dunia beberapa waktu yang lalu.

Jasad Ladi pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sekitar pukul 07.30 WIB yang rumahnya bersebelahan, ia curiga lantaran korban tak pernah melihat korban sehari hari.

Mulyono, Kepala Dusun Turi Desa Sampangagung mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari keluarganya jika terjadi penemuan jenazah didalam rumah.

“Adiknya melaporkan ke saya, ditemukan di tempat kasur ruang tengah,” ungkapnya.

Saat ditemukan, kondisi korban sangat memperihatinkan. Seluruh tubuhnya telah melempuh dan telah dikrubungi belatung.

“Perkiraan meninggalnya ya 3 hari lebih,” tuturnya.

Kadus menduga, korban meninggal disebabkan sakit yang telah beberapa tahun silam, korban juga menurut keluarganya tidak pernah berobat malah terlalu sering membeli jamu herbal.

“Sendirian dirumah, dugaanya ya sakit sesak dan lambung sudah lama,” terangnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, petugas Polsek Kutorejo yang datang ke lokasi langsung memasang garis police line dan membawanya ke RSUD Soekandar Mojosari.

“Sekarang prosesnya dibawa ke rumah sakit untuk visum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kutorejo Iptu Agus Haryanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu, menurutnya dari hasil olah TKP oleh tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto tidak ditemukan tanda tanda kekerasan didalam tubuh korban.

“Keluarga korban menerima kejadian ini dan keluarga korban menolak agar tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page