Pihak Hotel di Batu Pecat Dua Karyawan Pelaku Aborsi, Bantah Janin Dibuang di Kloset Hotel

Avatar of Redaksi
IMG 20240917 155316 1
Kapolres Batu saat memimpin rilis pengungkapan aborsi di Mapolres Batu, Selasa (17/9/2024). (Yan/kabarterdepan.com)

Kota Batu, kabarterdepan.com – Pihak hotel di Batu angkat bicara soal dua karyawannya yang ditetapkan Polres Batu sebagai tersangka pelaku aborsi.

Menurut Deiby, Marketing Komunikasi (Markom) Hotel inisial H tempat kedua pelaku bekerja, pihaknya membenarkan jika dua pelaku aborsi merupakan karyawan hotel. Namun tindak pidana yang dilakukan oleh kedua karyawan itu tidak ada kaitannya dengan pihak hotel.

“Memang benar karyawan kami, tapi kalau untuk hal lainnya itu bukan ranah kami, karena itu sudah masuk ranah pribadi. Cuma dari manajemen hotel sendiri monitoringnya hanya di masalah pekerjaan, bukan masalah pribadi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/9/2024).

Namun, saat disinggung lebih jauh berkaitan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP), dirinya membantah jika kejadian aborsi yang dimaksud bukan di hotel tempat mereka berdua bekerja.

“Janin bukan di kloset hotel, tapi di kos mereka, bapak bisa konfirmasi ke Polres Batu. Jadi, bukan di tempat kami kontraksinya. Karena memang belum ada bukti, kalau janinnya di kloset hotel. Kami juga mengikuti proses hukumnya, kami juga kooperatif, dan pihak kepolisian juga masih belum dapat membuktikan kalau janin itu di kloset hotel,” papar Deiby.

Lebih lanjut, Deiby juga membenarkan, jika TKP kontraksi RN memang di hotel, namun janinnya bukan di kloset hotel yang dimaksud.

“Jadi kloset hotel bukan untuk tempat membuang janinnya, dan barang buktinya ada di kosan mereka. Jadi, tidak ada sangkut pautnya dengan kami. Kalau untuk karyawannya memang benar mereka berdua merupakan karyawan kami,” urainya.

Di sisi lain, Executive Assisten Manager Hotel H, Reza saat dikonfirmasi juga membenarkan berkaitan dengan kasus aborsi tersebut, merupakan kedua karyawan yang dimaksud.

“Tanggapan saya sangat disayangkan, karena itu memang ulah mereka sendiri. Artinya dengan perbuatan mereka sendiri harus bertanggung jawab,” tegas Reza.

Dirinya juga mengungkapkan, jika sebelum diketahui peristiwa aborsi yang dimaksud, RN mengeluhkan sakit, lalu kemudian oleh manajemen diantarkan untuk pulang ke kosannya.

“Departemen hotel kemudian mengantarkan pulang ke kos nya. Tapi, kalau pendarahan dan lain-lain kita tidak tahu, dan setelah itu baru kemudian ada polisi ke sini, jadi itu saja yang kita tau,” papar Reza.

Namun, pihaknya tidak menampik, jika soal janin yang diduga dibuang di kloset hotel tersebut bisa saja terjadi, namun sejauh ini menurutnya belum ada kepastian dan kebenarannya.

“Yang menyatakan janin dibuang di kloset hotel siapa? Mungkin pas dia (RN) minum obat penggugur dimana, bereaksinya (kontraksi) kalau di hotel ya apa boleh buat, kalau pas misalnya reaksinya di pom bensin pasti kan di pom bensin, kayak gitu aja sih mas iya kan. Karena kita sendiri memang tidak tahu,” ungkapnya.

“Berkaitan dengan kasus aborsi, kami dari pihak manajemen hotel langsung melakukan pemutusan hubungan kerja kepada kedua karyawan, sebab berhubungan dengan pidana,” imbuh Reza.

Terpisah, berkaitan dengan peristiwa dua orang karyawan Hotel H yang tersandung kasus aborsi tersebut, dibenarkan oleh salah seorang warga masyarakat yang mengaku tinggal berdekatan dengan kos kedua karyawan hotel yang dimaksud.

“Warga disini rata-rata memang tahu semua soal dua orang karyawan hotel yang menggugurkan janin, karena waktu itu warga menemukan seperti placenta bayi yang dibawa seekor kucing, dikubur dengan gendok yang lokasinya di dekat musala disini,” tandas seorang ibu, yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Polres Batu menangkap sepasang kekasih karyawan hotel yang melakukan aborsi akibat hubungan di luar nikah. Kedua pelaku inisial DR (20) laki-laki warga Sleman, Yogyakarta, dan perempuan inisial RN (19) warga Wajak, Kabupaten Malang.

Keduanya bersama-sama melakukan aborsi terhadap janin yang masih berusia 11 minggu atau mendekati 3 bulan usia kehamilan. (Yan)

Responsive Images

You cannot copy content of this page