
Opini, Kabarterdepan.com – Di era digital saat ini, tayangan baik berupa film, acara televisi atau konten media sosial telah menjadi bagian yang mengikat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan akses yang semakin mudah dan beragamnya pilihan, apa yang kita tonton tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak.
Hal ini dikarenakan tontonan memiliki efek persuasi sehingga manusia cenderung mengikuti apa yang mereka lihat. Tontonan di media sosial berfungsi sebagai model yang dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku.
Ketika seseorang terpapar pada tontonan tertentu, mereka mungkin merasa termotivasi untuk meniru tindakan atau sikap yang ditampilkan, yang dapat mengubah cara mereka berpikir dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Pengaruh Positif Tontonan
- Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan: Tontonan edukatif, seperti dokumenter dan program berbasis informasi dapat memperluas wawasan dan pengetahuan. Tontonan ini tidak hanya membantu dalam pembelajaran akademis, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan praktis dan profesional. Misalnya, program memasak dapat meningkatkan keterampilan kuliner, sementara film dokumenter tentang sains atau sejarah dapat memperdalam pemahaman seseorang tentang berbagai sejarah di masa lampau.
- Inspirasi dan Motivasi: Film dan acara yang menampilkan cerita sukses atau perjuangan individu dapat memotivasi penonton untuk mengejar cita-cita mereka. Karakter-karakter yang menggambarkan ketahanan, keberhasilan, atau perubahan positif sering kali menjadi sumber inspirasi, mendorong penonton untuk mengejar impian mereka dan menghadapi tantangan dengan semangat yang baru.
- Empati dan Kesadaran Sosial: Tontonan yang menampilkan berbagai latar belakang budaya, sosial, dan pribadi dapat meningkatkan empati dan kesadaran akan isu-isu sosial. Dengan melihat berbagai perspektif, penonton dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang orang lain serta mampu menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi.
Pengaruh Negatif Tontonan
- Pengaruh Terhadap Perilaku dan Sikap: Beberapa tontonan, terutama yang menampilkan kekerasan, stereotip negatif, atau perilaku merusak, dapat mempengaruhi perilaku dan sikap penonton. Konten semacam ini dapat menormalisasi tindakan negatif dan membentuk pandangan yang keliru tentang dunia. Misalnya, paparan kekerasan dalam media dapat meningkatkan agresivitas atau mengurangi empati terhadap korban kekerasan.
- Harapan dan Tekanan Sosial: Tontonan yang sering menampilkan gaya hidup mewah, keberhasilan instan, atau standar kecantikan tertentu dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Ini bisa menyebabkan tekanan untuk mencapai standar yang tidak dapat dicapai, meningkatkan rasa ketidakpuasan dan stres, serta memengaruhi harga diri seseorang.
- Pengaruh pada Keputusan Hidup: Tontonan juga dapat mempengaruhi keputusan hidup seseorang, dari pilihan karier hingga hubungan pribadi. Representasi yang tidak akurat atau romantisasi dari profesi atau gaya hidup tertentu dapat membuat seseorang membuat keputusan berdasarkan persepsi yang salah, yang bisa berdampak pada masa depan mereka.
Tontonan memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk cara kita berpikir dan bertindak. Pengaruhnya dapat bersifat positif atau negatif, tergantung pada jenis konten dan bagaimana kita menanggapi apa yang kita lihat. Sebagai konsumen media, penting untuk memilih tontonan dengan bijak, memfilter informasi yang dikonsumsi, dan selalu kritis terhadap pesan yang disampaikan.
Dengan kesadaran dan refleksi yang tepat, kita dapat memanfaatkan tontonan sebagai alat untuk pembelajaran dan inspirasi, sambil menghindari potensi dampak negatif yang mungkin timbul. Mengelola dampak tontonan dengan bijak adalah langkah penting untuk memastikan bahwa media berfungsi sebagai alat pengembangan pribadi yang positif dan tidak sebagai penghalang dalam mencapai potensi terbaik seseorang. (*)
Penulis: Dyah Puspitasari, Universitas Trunojoyo Madura

