Agen Pertashop di Sragen Alami Kenaikan Omzet, Ini Faktanya

Avatar of Redaksi
IMG 20240913 WA0001
Penjualan Pertamax di Pertashop di desa Pungsari Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen mengalami peningkatan.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di sejumlah agen Pertamina Shop (Pertashop) di wilayah Kabupaten Sragen meningkat hingga 25 persen.

Presentase kenaikan penjualan itu dirasakan agen Pertashop semenjak pihak Pertamina memberlakukan sistem QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di seluruh SPBU di Indonesia mulai 1 Oktober 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan Sutarmin salah operator Pertashop Desa Pungsari ,Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Kamis (12/9/2024) malam.

Dikatakannya, meskipun bulan September ini baru sosialisasi namun dampak pembatasan Pertalite sudah bisa dirasakan oleh agen Perthashop yang ada di wilayah pedesaan.

“Biasanya, 1 hari kita hanya bisa melayani pembeli sekitar 200 liter Pertamax, namun sejak awal bulan September hingga saat ini rata-rata mengalami kenaikan penjualan 50 hingga 75 liter per hari,” beber Sutarmin.

Selain itu, sambung Sutarmin, peningkatan omzet penjualan BBM juga disebabkan oleh turunnya harga BBM Pertamax yang ditetapkan oleh pihak Pertamina beberapa waktu yang lalu.

“Pertamax saat ini harganya turun, di Perthasop Pungsari ini Pertamax kita jual Rp.13.500 per liter,” ungkapnya.

Pertashop sendiri merupakan lembaga penyalur resmi dari Pertamina merupakan agen distribusi kecil yang melayani konsumen di tingkat desa atau daerah di luar jangkauan dari SPBU.

Bagi masyarakat desa yang jauh dari SPBU hadirnya Pertashop menjadi alternatif utama dalam memenuhi kebutuhan konsumtif BBM kendaraan yang dimiliki warga pedesaan.

Seperti pengakuan Wati (24) warga Pungsari, menurutnya, semenjak didirikannya Pertashop sangat membantu warga desa, mengingat jarak SPBU terlalu jauh.

“Sebelumnya, saat ingin isi BBM warga kebanyakan membeli di toko penjual BBM eceran, sebab SPBU jaraknya masih puluhan kilo dari sini,” beber Wati.

Lebih lanjut, tentang pemberlakuan QR Code dari Pertamina, Wati mengatakan belum pernah mendaftar secara online di aplikasi My Pertamina, meskipun begitu, dirinya akan tetap mencoba untuk segera mendaftarkan diri untuk mendapatkannya.

Terpisah, Danang (30) petugas operator Pertashop di Kedawung, Mondokan juga membenarkan adanya kenaikan penjualan Pertamax di tempatnya.

“Iya mas, sama ada kenaikan penjualan. Biasanya perhari kita melayani konsumen sekitar 250 liter, sekarang bisa mencapai 300 liter lebih,” singkatnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page