Buka Forum Diskusi, Forkopimda Sidoarjo Antisipasi Kerawanan Pilkada

Avatar of Jurnalis: Setyawan
IMG 20240912 132838
Antisipasi kerawanan Pilkada Serentak 2024, Forkopimda Sidoarjo membuka forum diskusi, Rabu (11/9/2024). (Eko Setyawan/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Upaya pencegahan akan potensi kerawanan yang akan timbul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 perlu dilakukan.

Di Sidoarjo, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sidoarjo membuka forum diskusi bareng stacholder terkait, mulai pimpinan daerah tingkat kecamatan (Forpimka) hingga tingkat Forkopimda.

Kegiatan itu digelar untuk menjaring informasi terkait bentuk potensi kerawanan. Hasil diskusi nantinya akan dijadikan sebagai evaluasi sekaligus landasan pemetaan, sampai upaya pencegahannya.

Melalui kegiatan tersebut, Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Fredik Suharto berharap, agar seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pelaksanaan pemilu di Kota Delta (sebutan Kabupaten Sidoarjo) berjalan aman dan lancar.

“Kerena Pilkada merupakan agenda wajib, untuk proses demokrasi ini. Kami harapakan seluruh elemen masyarakat bersama-sama bisa menjaga kondusifitas, mulai tahap awal hingga pelaksaanan itu selesai,” katanya, Rabu (11/9/2024).

Tahapan pemilu di Sidoarjo, kini tengah memasuki proses perbaikan data administasi yang diupload para kontestan di laman resmi Sistem Informasi Calon (Silon). KPU Sidoarjo menilai, dua paslon bupati dan wakil bupati perlu melakukan perbaikan, hingga tanggal 14 September 2024, nanti.

Nah, jika tak ada aral melintang, tahapan pemilu akan berlanjut pengambilan nomor urut paslon. Yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 22 September 2024. Tahapan ini masih panjang, seperti, momen kampanye hingga momentum pencoblosan, tanggal 27 November 2024, mendatang.

Plt Bupati Sidoarjo Subandi hadir pada agenda forum yang digelar Bakesbangpol yang menghadirkan tiga narasumber dari tiga pilar yakni, jajaran tim keamanan, TNI-Polri, dan Kejaksaan Negeri di Kota Delta. Diikuti pihak penyelenggara KPU dan Bawaslu.

Ia menyampaikan, situasi pemilu mulai menghangat. Karena itulah dia meminta agar seluruhnya bersinergi, untuk menciptakan situasi yang kondusif.

“Upaya mapping potensi kerawanan perlu untuk segera dilakukan, untuk mencegah hal yang berkaitan dengan kerawanan pemilu ini. Agar semua bisa melaksanakan demokrasi dengan sejuk dan aman,” katanya.

Upaya mapping telah dilakukan oleh stacholder terkait. Sejumlah bentuk dan titik potensi kerawanan akan segera diantisipasi. Misalnya terkait kerawanan ujaran kebencian di media sosial (medsos), bencana alam, money politics, dan antisipasi kerusuhan di objek vital, di antaranya, Kantor KPU, Kantor Bupati, Kantor DPRD, dan pusat pelayanan umum, misalnya, bandara dan terminal. Juga fasilitas umum (fasum), seperti kawasan alun-alun, serta objek vital lainnya di Sidoarjo.

Sementara, PASI Intel Kodim 0816 Sidoarjo Letnan Satu Lettu (lettu) Udhan Kusuma Tirta mengatakan, pihaknya juga akan melakukan upaya pemantauan seperti Ormas, kelompok buruh, mahasiswa, dan perguruan pencak silat di Sidoarjo.

“Agar jangan sampai itu mereka (kelompok,Red) ditunggangi misi politik. September ini situasi Sidoarjo, kondusif,” ujarnya.

Kasi Intelejen Kejari Sidoarjo Hadi Sucipto menyampaikan, ada 12 bentuk kerawanan dalam Pilkada serentak 2024 ini, dikutip dari Bawaslu. Di antaranya, money politics dan intimidasi.

Pihaknya bergerak cepat. Dengan cara mendirikan posko di kantornya. Itu, bentuk upaya monitoring secara realtime terkait dengan perkembangan hasil Pilkada. “Kami akan turun ke lapangan juga, hari H dan setelah hari H,” katanya.

Upaya pengamanan juga dilakukan kepolisian. Kompol Awaludin Wijaya Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo mengatakan, akan membentuk Tim Pengawal Pribadi (Walpri) untuk paslon. Tim pengawalan itu merupakan petugas gabungan dari berbagai satuan di Polresta Sidoarjo. Mereka akan meberikan jaminan kemanan dan keselematan selama proses pemilu berlangsung.

“Tim akan mendampingi paslon selama mengikuti tahapan pemilu. Masing-masing akan didampingi emapat petugas,” ujarnya.

Ia menambahkan, tak hanya akan membentuk Tim Walpri, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan eksternal. Melakukan antisipasi gejolak diluar proses pemilu. Seperti, ancaman teroris.

“Ini, akan melibatkan petugas BNPT dan Densus untuk mengantisipasi kerawanan eksternal itu,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page