Tugas Kemanusian, Anggota BPBD Grobogan Digembleng Medical First Responder

Avatar of Redaksi
IMG 20240912 WA0017
Suasana Bimtek Pelatihan Medical First Responder (MFR) BPBD Kabupaten Grobogan.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Guna meminimalisir korban akibat bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan melakukan Pelatihan Medical First Responder (MFR) yang bekerjasama dengan Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang.

Kegiatan itu dilakukan selama tiga hari, bertempat di kantor BPBD Kabupaten Grobogan Rabu hingga Jumat (11-13/9/2024).

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menuturkan kondisi Kabupaten Grobogan memiliki letak geografis yang diapit dua pegunungan kapur.

“Kabupaten Grobogan sendiri diketahui bersama diapit pegunungan kapur kendeng bagian selatan dan bagian utara,” ujar Endang.

Selain pegunungan, kata dia terdapat empat sungai strategis yang melewati Kabupaten Grobogan. Yaitu, Sungai Serang, Sungai Lusi, Sungai Tuntang, dan Sungai Jragung.

“Atas letak geografis itu, banjir, Karhutla dan kekeringan sering terjadi di Kabupaten Grobogan,” ungkapnya. Kamis (12/9/2024).

Oleh sebab itu untuk meminimalisir korban dari sebuah bencana, Endang berupaya meningkatkan produktivitas dan mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki BPBD Grobogan secara maksimal dalam penanggulangan bencana di wilayahnya melalui Medical First Responder (MFR).

Menurutnya, MRF adalah pertolongan pertama kali tiba ditempat kejadian yang memiliki kemampuan penanganan kasus Gawat Darurat untuk tingkat dasar.

“Kita sering menyebut Pertolongan Pertama atau Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat,” sambungnya.

Menurutnya, kemampuan MFR wajib dimiliki oleh seorang Rescue atau TRC dalam melakukan tugas dalam Penanggulangan Bencana di Grobogan.

“Dimana, MFR ini menjadi pelatihan dasar atau awal dari semua pelatihan SAR maupun Pelatihan Penanggulangan Bencana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Endang menyebutkan ada 30 peserta yang diikutsertakan dalam pelatihan MFR bersama Basarnas Semarang. Dari MFR ini diharapkan dapat membekali para anggota untuk memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama.

“Agar dapat bertindak cepat dan professional dalam tugas-tugas kemanusian,” tambahnya.

Dengan demikian, sambung Endang dapat diharapkan adanya tenaga-tenaga handal dan terlatih dalam pertolongan pertama di BPBD Grobogan.

Dia berharap, kepada para Instruktur untuk memberikan ilmu dan bimbingan kepada para peserta pelatihan MFR. Dan bagi peserta diharapkan dapat menerima materi bimbingan teknis dengan baik.

“Nantinya, para peserta Bimtek sebanyak 30 orang tersebut setelah lulus dan mendapat Sertifikat dari Basarnas,” harapnya. (Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page