Normalisasi Sungai Capai 5,6 Miliar, DPUPR Grobogan: Fokus Antisipasi Banjir

Avatar of Redaksi
IMG 20240911 WA0096
Kegiatan normalisasi sungai di Grobogan telan anggaran 5,6 Miliar ( Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com –  Menjelang musim hujan di akhir tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan melakukan normalisasi sejumlah sungai di Grobogan.

Pekerjaan refokusing normalisasi sungai ada di 25 titik yang tersebar di tujuh kecamatan. Diharapkan bisa menjadi solusi antisipasi banjir di Grobogan.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala DPUPR melalui Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Wahyu Tri Darmawanto, Rabu (11/92024).

Wahyu menyebutkan 25 titik avour itu berada di wilayah Kecamatan Brati dengan 10 lokasi, lima titik di Godong, dua titik di Gubug, kemudian dua titik di Karangrayung, Penawangan dengan tiga titik, Tawangharjo tiga titik dan satu titik di Tegowanu.

“25 titik yang berada di tujuh kecamatan tersebut akan menelan total anggaran Rp 5,6 miliar (Rp 5.615.195.520),” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk pengerjaan sendiri telah dimulai sejak bulan Maret 2024 lalu. Sementara, pihaknya menargetkan akan selesai pada November 2024 nanti.

“Memang rata-rata pengerjaannya sudah memasuki 73 persen. Tapi ada juga yang sudah ada rampung 100 persen,” jelasnya.

Menurutnya, normalisasi avour ini memiliki pengerjaan yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan atau sungai yang akan dinormalisasi.

“Maka nominal yang dibutuhkan pun berbeda, mulai dari rentang Rp 149 juta sampai Rp 199 juta,” bebernya.

Sementara untuk panjang setiap pengerjaan, pihaknya menyebutkan memiliki panjang yang berbeda. Diantara 1.000 hingga 1.500 meter per pekerjaan.

“Ada yang hanya pengerukan, kemudian perbaikan talud. Penguatan tebing pasca bencana longsor. Jadi memang macam-macam jenisnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, wahyu menyebutkan, normaliasi avour tersebut bertujuan untuk mengantisipasi bencana banjir di musim hujan. Dengan normalisasi secara masif ini diharapkan dapat efektif mengurangi dampak banjir di beberapa titik daerah langganan banjir.

Tak hanya itu, dengan normalisasi dapat mengembalikan fungsi avour untuk memperlancar aliran sehingga akan mengurangi potensi melubernya air.

“Tujuan normalisasi ini kan untuk mempertahankan penampang alami sungai atau saluran. Sehingga dapat mengalirkan air dengan baik agar mengurangi risiko banjir dan erosi,” tandasnya.

Ditambahkan, pasca dilakukan normalisasi sungai saat ini, pihaknya juga akan memantau dan memonitoring seluruh pelaksanaannya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page