
Sejarah, Kabarterdepan.com – Immanuel Kant, filsuf Jerman yang lahir pada tahun 1724, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah filsafat.
Karyanya yang paling terkenal, “Kritik terhadap Akal Budi Murni” (Critique of Pure Reason), menjadi batu loncatan dalam perkembangan pemikiran filosofis modern.
Kant memperkenalkan teori idealisme transendental yang merombak cara pandang tradisional tentang pengetahuan dan realitas.
Teori idealisme transendental Kant menyatakan bahwa pengetahuan kita tentang dunia tidak hanya bergantung pada apa yang kita tangkap melalui panca indera, tetapi juga pada struktur mental yang membentuk cara kita memahami informasi.
Menurut Kant, struktur ini termasuk kategori-kategori pemikiran dasar seperti ruang dan waktu, yang membentuk bagaimana kita mengorganisir dan memahami pengalaman.
Selain itu, Kant juga dikenal karena prinsip etika deontologi yang dikembangkannya.
Etika deontologi, seperti yang dipaparkan dalam karyanya “Grundlegung zur Metaphysik der Sitten” (Groundwork of the Metaphysics of Morals), menekankan pentingnya kewajiban moral dan aturan universal yang harus diikuti terlepas dari konsekuensi.
Prinsip ini dikenal dengan istilah “imperatif kategoris”, yang menyarankan bahwa tindakan harus dinilai berdasarkan apakah mereka dapat diangkat menjadi hukum universal yang berlaku untuk semua orang.
Pengaruh Kant dalam filsafat sangat luas dan meliputi banyak bidang seperti epistemologi, etika, dan metafisika.
Pemikiran Kant tidak hanya membentuk dasar bagi pemikir-pemikir berikutnya seperti Johann Gottlieb Fichte dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel, tetapi juga terus menjadi referensi penting dalam filsafat kontemporer.
Pendekatannya yang revolusioner telah membuka jalan bagi diskusi-diskusi lebih lanjut tentang hubungan antara pikiran dan dunia luar serta antara moralitas dan hukum universal. (redaksi)
