
Semarang, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan percepatan pengerukan sedimen di anak Kali Sringin, Kecamatan Genuk.
Langkah ini dilakukan untuk menghadapi antisipasi banjir dan genangan air yang terjadi pada musim penghujan di wilayah Genuk Sari dan sekitarnya.
Demikian penjelasan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Timur Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Endri Dwi Purwanto, Selasa (10/9/2024).
“Anak Kali Sringin yang dimaksud memiliki panjang sekitar 2,9 kilometer dan lebar bervariasi antara 6 hingga 12 meter,” ujar Endri di kantornya kawasan Jl Madukoro, Krobokan Semarang, Rabu (11/9/2024).
Sedimen dan enceng gondok yang menumpuk di saluran Kali Sringin ini, lanjutnya, menjadi salah satu penyebab genangan pada musim hujan tahun lalu.
“Mulai dari Maret hingga sekarang sudah berlangsung sekitar 6 bulan, ini progresnya sudah hampir 100%. Kurang lebih sekitar 100 meter mungkin dalam minggu ini selesai,” ujar Endri.
Selain pengerukan, lanjut Endri, DPU juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan pemangku wilayah, seperti Camat Genuk dan Babinsa, untuk memperkuat tanggul di beberapa titik rawan longsor menggunakan cerucuk bambu.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan sedimen tidak kembali menumpuk, serta menjaga aliran air tetap optimal. Termasuk koordinasi antara pemangku wilayah dan warga, terutama terkait izin penggunaan lahan pribadi untuk akses alat berat,” tukasnya.
Kegiatan pengerukan sedimen ini, lanjutnya, merupakan bagian dari rutinitas tahunan DPU dalam mempersiapkan infrastruktur drainase kota menghadapi curah hujan yang tinggi.
“Selain pengerukan sedimen, DPU juga melaksanakan pembersihan beberapa titik lainnya serta pembuatan jembatan. Proses ini dilakukan berdasarkan survei lapangan dan laporan masyarakat terkait genangan air,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Genuk, Suroto, mengapresiasi pengerukan yang telah dilakukan DPU.
“Kami berharap genangan di Genuk Sari dan wilayah lainnya bisa teratasi, bahkan diupayakan tidak terjadi genangan lagi setelah pengerukan ini,” ujar Suroto.
Setelah pengerukan sedimen Anak Kali Sringin selesai, Suroto mengharapkan aliran air dari wilayah Wolter Monginsidi hingga ke Pompa Kali Sringin dapat tertampung dan teralirkan dengan lebih efektif, sehingga diharapkan banjir dan genangan yang kerap melanda Genuk dapat diminimalisir. (Ahmad)
