
Semarang, Kabarterdepan.com – Pengamat ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Sugiyanto mengatakan daya beli dan antusiasme politik kelas menengah perlu dijaga dan dipantau dengan data mikro. Sebab, mereka memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Prof Sugiyanto menambahkan konsumsi kelas menengah merupakan 80 persen dari total konsumsi penduduk.
“Mereka ini menjadi sangat berperan dalam perekonomian. Mereka bermasalah, perekonomian bermasalah,” ujarnya Selasa (10/9/2024) di kampus Undip kawasan Tembalang, Semarang.
Dukungan kelas menengah, lanjutnya, terhadap reformasi kebijakan ekonomi dan politik hanya dapat terwujud jika kebijakan sejalan dengan kepentingan mereka.
“Kelas menengah yang aktif secara politik cenderung mendukung demokrasi, walau mereka banyak tuntutan tentang kualitas pelaksanaan demokrasi itu,” imbuhnya.
Penurunan kelas menengah, katanya, adalah refleksi dari fondasi ekonomi Indonesia yang memang tidak terlalu baik.
“Di perjalanan 10 tahun terakhir ini, memang ada yang kurang pas, saya sebut ada kegagalan transformasi struktural perekonomian,” ujarnya.
Bukan lantaran rezim Jokowi, lanjutnya, tetapi kebetulan terjadi di eranya. Imbasnya ke seluruh daerah, di Jawa Tengah misalnya transformasi struktural perekonomian terseok.
Prof Sugiyanto menambahkan, kelas menengah didominasi penduduk usia muda, bekerja di sektor formal, cukup peduli terhadap politik dan demokrasi.
“Dengan fondasi ekonomi lebih kuat, kelas menengah lebih tangguh. Bantuan sosial masih diperlukan bagi level paling bawah, tapi mereka perlu pendampingan dan pemberdayaan,” tutupnya. (Ahmad)
