Bakar Daun Tebu, Seorang Kakek di Kemlagi Tewas Terpanggang

Avatar of Andy Yuwono
Suasana rumah duka Dawam (82) di Desa Mojokusumo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/9/2024) pagi sekitar pukul 09.30 WIB (Andy / Kabarterdepan.com)
Suasana rumah duka Dawam (82) di Desa Mojokusumo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/9/2024) pagi sekitar pukul 09.30 WIB (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com –Bakar tanaman tebu, seorang petani meninggal dunia terpanggang setelah terjebak api ditengah area lahan tebu di Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/9/2024) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Awalnya, korban membakar tanaman kering tebu usai dipanen, lantaran angin kencang api pun semakin membesar dan seketika membakar tubuh Dawam (82) warga Desa Mojokusumo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Ahmad, salah satu warga dilokasi mengatakan, dirinya awalnya mengetahui jika korban membakar tanaman tebu kering yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

“Orangnya bakar daduk, nggak tahu kok ikut terbakar. Kemungkinan tidak ada yang tahu,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, saat itu korban sedang membakar daduk yakni daun tebu sisa panen di lahan tebu miliknya yang baru saja dipanen, tanpa disadari api tiba tiba terbakar.

“Kondisinya sudah tengkurap dengan luka bakar hampir seluruh tubuh,” terangnya.

Selanjutnya, jenazah dipulangkan langsung ke rumah duka dan selanjutnya dilakukan visum oleh petugas Inafis Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

“Lapor ke perangkat dan polisi kemudian jenazah korban dibawa ke rumah duka,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kemlagi, Iptu Marianto saat dikonfirmasi membenarkan, jika korban membakar daduk di lahan tebu miliknya yang baru selesai di panen.

“Diduga karena asap yang ditimbulkan sehingga korban mengalami sesak nafas,” jelasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page