Truk Bermuatan Puluhan Ton Karton Selip Ban di Sragen, Evakuasi Tunggu Alat Berat

Avatar of Redaksi
IMG 20240909 WA0040
Antisipasi : Kondisi truk harus ditopang balok kayu (Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Sebuah truk tronton bermuatan puluhan ton kertas karton mengalami ban selip di pintu masuk kantor PDAM Cabang Mondokan jalan raya Mondokan-Sukodono, Minggu (8/9/2024).

Posisi bodi truk melintang di jalan sehingga menimbulkan kemacetan. Hingga Senin (9/9/2024) pagi posisi truk belum bisa dievakuasi.

Insiden ini terjadi saat armada truk bernomor polisi L 8423 NC hendak melakukan putar balik, badan jalan yang yang masih berupa tanah tidak bisa menahan beban saat dilintasi truk sehingga mengakibatkan roda penggerak dari truk kehilangan traksi.

Akibat dari kondisi ban selip, sebagian bodi truk tronton menghalangi lalu lintas jalan dan sempat menimbulkan kemacetan lantaran tidak bisa bergerak.

Selain menyebabkan kemacetan kejadian itu juga menimbulkan kerusakan jalan depan kantor PDAM akibat dari gesekan roda belakang truk yang menggerus tanah hingga roda truk masuk ke dalam tanah.

Sudi (30) kernet truk asal Jombang menjelaskan, truk tersebut dari Surabaya dengan tujuan ke Jakarta. Setelah sampai di Solo kemudian mengambil jalur utara arah Purwodadi-Demak. Namun truk salah jalur kemudian putar balik di depan kantor PDAM cabang Mondokan, kemudian terjadi selip ban.

“Mau putar balik, seharusnya di perempatan kita belok kiri menuju arah Grobogan,” ucapnya, Senin (9/9/2024).

Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Minggu pagi jam 10.00 WIB. Pihaknya tak menyangka jika lokasi yang pergunakan untuk putar balik ternyata tidak bisa menahan beban. Sudi menjelaskan, jika muatan kertas karton itu beratnya mencapai 29 ton.

“Kita sudah coba berusaha dari hari Minggu (8/9/2024) kemaren hingga pagi ini, tapi sulit masih sulit, saat ini lagi dicarikan alat berat untuk menderek armada,” tuturnya.

Sementara, salah satu karyawan PDAM Cabang Mondokan, Kemis mengatakan dirinya mendapatkan info adanya tersebut, Minggu pukul 21.30 WIB malam.

Pihaknya menyayangkan jalan depan kantornya digunakan untuk putar balik truk tronton, dirinya menilai kontur tanah tidak akan bisa menahan beban puluhan ton.

“Jalan masih berupa tanah, tidak akan kuat menahan beban berat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kemis mengatakan selain kondisi jalan berupa tanah di bawahnya terdapat gorong-gorong dan saluran pipa air milik PDAM.

“Gorong-gorong ambrol di bawahnya terdapat pipa saluran air 6 inch,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kerusakan yang terjadi nantinya akan diperbaiki oleh pihak driver truk tronton tersebut.

Aparat Kepolisian Sektor Mondokan sempat terjun ke lokasi kejadian mengatur arus lalulintas yang sempat tersendat terutama saat jam masuk sekolah, mereka pun harus rela mengantri untuk melintasi jalan tersebut.

Di sisi lain, Kapolsek Mondokan AKP Sukarno saat dikonfirmasi mengatakan, truk bermuatan melebihi kapasitas dan sebesar itu tidak dibenarkan melewati jalan yang bukan kelasnya, pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk ke lokasi kejadian.

“Tadi Waka Polsek Mondokan Ipda Ahmad Muzaiyin sudah mendatangi TKP dan koordinasi dengan pihak PDAM barangkali ada salah satu pralon atau ada yang dirugikan maka akan berkoordinasi dengan Polantas Sragen,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen Aribowo Sulistyono menyatakan kendaraan bermuatan berat seharusnya lewat jalan Provinsi yang secara kualitas jalan kelas 2.

Menurutnya jalan Mondokan-Sukodono merupakan jalan Kabupaten secara fungsional bukan merupakan jalan bermuatan berat.

“Jalan Kabupaten merupakan jalan kolektor yang fungsional untuk kendaraan bermuatan maksimal muatan 10 ton,” singkatnya.

Sebagai informasi tambahan, meskipun sudah dibantu warga setempat, saat ini proses evakuasi masih terdapat kendala karena hampir seluruh roda belakang truk masuk kedalam tanah, untuk sementara masih menunggu alat berat yang didatangkan ke lokasi untuk evakuasi selanjutnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page