
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Seorang tukang pijat mendatangi kantor Pemadam Kebakaran Pos1 BPBD Kabupaten Mojokerto untuk meminta bantuan mengevakuasi cincin akik setelah jarinya mengalami bengkak.
Ia adalah Mulyadi (67) warga Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang merintih kesakitan pada jari tengahnya setelah terpasang akik.
Ia mengaku batu akik tersebut pemberian dari seseorang pasienya yang diberikan ke dirinya sebagai kenang kenangan setelah dipijat.
“Ini sudah setahun di rumah. Saya pakai satu bulan terakhir. Awalnya tidak apa-apa, tapi lama-lama bengkak,” kata Mulyadi, Minggu (1/9/2024) malam.
Menurutnya, akik berwarna hijau kelabu dengan bahan dasar monel itu melekat di jarinya dan menimbulkan rasa sakit, sehingga ia berinisiatif untuk melepasnya tidak bisa.
“Tapi di puskesmas tidak ada alatnya, makanya langsung ke damkar,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu anggota Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Rokhim mengatakan, membutuhkan beberapa waktu untuk petugas mengevakuasi dengan menggunakan mesin gerinda kecil agar akik di jari kirinya itu bisa lepas.
“Kesulitanya ya karena bahan monel tebal,” tandasnya.
Tak lama kemudian, cincin itu berhasil dilepas dari jari Mulyadi dengan memotong menjadi 2 bagian. (*)
