
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Tergiur handphone tergeletak di dashboard motor korbannya, dua remaja di Krian babak belur dihajar massa, Sabtu sore (24/4/2024).
Dari informasi terhimpun, sebelum kedua pelaku itu ditangkap, mereka berboncengan dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy, warna hitam, ber-nomor polisi (nopol) W 3351 OK.
Mereka melintas di sekitar Jalan Raya Bibis. Bersamaan dengan korban, yang belakangan diketahui bernama Ellia Nur Rochmah, seorang mahasiswi berusia 21 tahun.
Saat korban melintas itulah, pelaku mendekati Ellia dari samping kiri. Pelaku yang dibonceng mengambil handphone Ellia yang tergeletak di dalam dashboard sepeda motor korban.
Korban yang beralamat di Desa Barengkrajan tersebut kaget, sontak berteriak maling. Perempuan itu juga sambil memacu gas kendaraannya berusaha mengejar kedua pelaku.
Teriakan korban terdengar warga yang tengah nongkrong di warung kopi (warkop) area jalan sekitar. Sontak, warga pun ikut membantu korban menghentikan pelarian pelaku. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap, di depan Kantor Balai Desa Barengkrajan.
Belakangan, kedua pekaku itu merupakan warga Gresikan, yakni, Fathur Rohman, usia 28 tahun sebagai joki dalam peristiwa itu. Dan, Johan Kurnianda, usia 33 tahun, yang dibonceng, sekaligus eksekutor. Warga yang geram lantas menghajar mereka hingga babak beluk.
“Kejadiannya sekitar jam setengah lima, sore,” kata Kapolsek Krian Kompol Daky Dzul Qornain, Minggu (25/8/2024).
Ia mengatakan, petugas telah mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi meminta keterangan sejumlah saksi dan korban.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya, sebuah HP merk Samsung A32, warna hitam, dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.
“Pelaku akan terancam Pasal 363 KUHP, tentang pencurian. Hukuman maksimalnya 5 tahun penjara,” pungkasnya. (*)
