Pasien Gagal Ginjal Naik Signifikan, Banyuwangi Kekurangan Mesin Hemodialisa

Avatar of Redaksi
IMG 20240820 WA0081
RSUD Blambangan Banyuwangi. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Jumlah pasien penderita gagal ginjal atau hemodialisa (HD) di Banyuwangi terus naik, bahkan usia pasien juga cenderung semakin muda dari waktu ke waktu, yaitu dari 175 pasien yang saat ini menjalani cuci darah rutin di Banyuwangi, 24 di antaranya masih berusia muda di bawah 40 tahun

Akibat terus naiknya jumlah pasien gagal ginjal, RSUD Blambangan Banyuwangi kemudian mengajukan penambahan lima mesin hemodialisa yang berfungsi menggantikan ginjal rusak dalam melakukan penyaringan darah.

Hal tersebut perlu dilakukan karena kapasitas RSUD Blambangan yang saat ini memiliki 19 mesin hemodialisa yang melayani total 167 pasien, perlu menyeimbangkan jumlah mesin dengan peningkatan jumlah pasien.

Jika dihitung, dalam satu hari kerja terbagi dalam 3 shift pelayanan yang berganti setiap 8 jam dan satu shift melayani 19 pasien, total dalam sehari 57 pasien yang harus dilayani.

“Jumlah pasien gagal ginjal pada kenyataannya melebihi kapasitas mesin kami. Kita harus mengimbangi jumlah pasien yang terus naik signifikan. Kami berupaya jangan sampai ada pasien tertolak,” terang Kasi Pelayanan Medis RSUD Blambangan, dr Ayyub Erdianto.

Ayyub mengingatkan, penyakit gagal ginjal, selain kelainan yang timbul dari dalam tubuh seperti darah tinggi, gangguan jantung, dan gangguan ginjal, juga bisa dipengaruhi dari gaya hidup kurang sehat, terlalu sering minum gula, minuman instan, minuman energi, minuman tanpa dosis dokter, obat diet, hingga suntik putih.

“Diabetes menjadi penyumbang terbanyak penyakit gagal ginjal dan penyakit tersebut menjadi momok karena pertumbuhannya yang sangat cepat,” lanjutnya.

Terkait suntik putih yang ramai di kalangan masyarakat, Ayyub mengingatkan bahwa suntik putih, suntik vitamin c, hingga kolagen disisi tinggi yang memiliki kepekatan di tingkat tertentu dapat merusak ginjal.

“Ciri-ciri gagal ginjal akut antara lain penurunan nafsu makan, mual, pusing, kuku terasa kering, gatal, sesak nafas, bengkak di kaki yang bisa menjalar ke perut dan kepala, serta animea,” ujar Ayyub.

Salah satu pasien yang dirawat di RSUD Blambangan yaitu TC (19) yang tengah menjalani prosedur cuci darah rutin dua kali dalam sepekan karena gaya hidup kurang sehat yang dijalani.

“Sejak kecil suka minuman kemasan yang manis-manis, mie instan mentah, lalu mengkonsumsi obat diet tanpa arahan dokter yang kemudian memicu gagal ginjal,” urai ibu TC saat dikunjungi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Ipuk tak memungkiri bahwa saat ini banyak penyakit degeneratif muncul di usia muda, yang salah satunya akibat gaya hidup yang kurang sehat.

Terkait hal tersebut, Ipuk mengimbau kepada masyarakat untuk menggalakkan pola hidup sehat, yang telah di dukung juga berbagai program yang digiatkan Pemkab Banyuwangi, di antaranya Mall Orang Sehat yang mengkampanyekan pola hidup sehat di puskesmas seluruh Banyuwangi.

“Kita perlu tindakan preventif terhadap kesehatan. Ayo mulai hidup sehat. Biasakan gaya hidup sehat, olahraga rutin, dan rutin ngecek kesehatan secara menyeluruh, setidaknya setahun sekali,” ajak Ipuk.

Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga menggalakkan perilaku hidup sehat dan bersih yang didukung juga dengan edukasi kepada orang tua atau wali murid terkait makanan dan gizi yang baik untuk tumbuh kembang anak-anak. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page