Profil dan Rekam Jejak Rachman Sidharta Arisandi, Rektor Unim Mojokerto

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 08 20 at 3.01.34 PM
Rachman Sidharta Arisandi (kiri) saat mengunjungi kantor media Kabar Terdepan (Nisa/Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Rachman Sidharta Arisandi, Rektor Universitas Islam Majapahit (Unim) Mojokerto kiranya sepekan lalu mengunjungi kantor media Kabar Terdepan. Saat itu, Rachman bercerita mengenai suka dan dukanya dalam memimpin kampus Unim Mojokerto.

Pria kelahiran Bojonegoro tahun 1983 ini mempunyai nama lengkap Dr H Rachman Sidharta Arisandi, S.IP M.Si. Sosok yang akrab disapa Andi ini memulai cerita hidupnya saat dirinya mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.

Andi memilih program studi Ilmu Politik di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Ia lulus Sarjana Strata 1 (S1) Jurusan Ilmu Politik Unair tahun 2005. Kemudian melanjutkan kuliah S2 di kampus dan jurusan yang sama pula.

Sandi kemudian dinyatakan lulus Sarjana Strata 2 (S2) Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) FISIP UA tahun 2007 dan melanjutkan pendidikan S3. Ketika itu, Andi dipanggil sang ayahanda, yang juga mantan Bupati Mojokerto Prof Dr H Machmoed Zain SH, MSi, APU untuk ditanya kesediaannya berbakti kepada orang tua.

“Apakah kamu nggak ingin membantu Bapak?” kenang Rachman Sidharta Arisandi meniru pertanyaan yang dilontarkan sang ayah pada kejadian saat itu.

“Apa yang bisa saya lakukan?” tanya Andi kepada ayahnya. Lantas Bupati Mojokerto periode 1990-2000 itu pun menjawab, “Kalau kamu mau bantu, ayo mulai aktif di Unim (Mojokerto),” tegas beliau.

Ayah dengan 2 orang anak ini kemudian lulus S3 jurusan Ilmu Politik di Unair tahun 2016 setelah menghadapi berbagai persoalan masalah-masalah pribadi. Bisa dikatakan, Andi berhasil melewati masa kritisnya selama 8 tahun saat berusaha mencapai gelar doktor.

Di perjalanan kariernya, mulai tahun 2015 hingga saat ini, Andi menjabat sebagai Rektor Unim Mojokerto untuk melanjutkan warisan sang ayah sebagai pendiri sekaligus Rektor pertama Unim.

Disampaikannya, Andi sempat merasakan kebingungan untuk memulai tanggung jawab besar yang dipikulnya. Bisa dikata, Unim berada dalam kondisi yang terpuruk pada waktu itu. Baik dari SDM, kualitas, hingga reputasi yang rendah.

Yang pasti, proses transisi kepemimpinan Unim Mojokerto sekitar tahun 2015 lalu itu dipenuhi dengan tangisan sang ayah. Tangisan tersebut dimaknai Andi sebagai amanah besar.

“Waktu pelantikan saya dipeluk oleh Bapak. Bapak ketika itu sempat menangis. Artinya, tangisan itu harus saya baca sebagai, ‘Ini titipan. Kamu harus selamatkan.’,” ujar Andi mengenang saat itu.

Beruntung, di bawah komando Rachman Arisandi, Universitas Islam Mojopahit sejak saat itu hingga tahun ini berhasil mencapai kemajuan yang pesat. Saat ini, Unim Mojokerto memiliki berbagai program studi (prodi) pada jenjang sarjana (S-1).

Berbagai prodi tersebut antara lain S-1 Akuntansi, S-1 Manajemen, S-1 Ilmu Pemerintahan, S-1 Ilmu Komunikasi, S-1 Pendidikan Agama Islam, S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, S-1 Pendidikan Matematika, S-1 Teknik Mesin, S-1 Teknik Sipil, S-1 Teknik Industri, S-1 Informatika, dan S-1 Teknologi Hasil Pertanian (yang rencananya hendak ditutup). (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page