
Sragen, kabarterdepan.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program mahasiswa untuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa bisa membangun komunikasi dengan warga untuk membangun desa agar menjadi lebih baik.
Seperti halnya yang dilakukan Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Tahun 2023/2024. Kelompok yang terdiri dari anggota lintas jurusan atau lintas fakultas itu, telah menyelesaikan project KKN di Desa Pungsari Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Menariknya, beberapa project dari mahasiswa Undip tersebut, terdapat beberapa kegiatan yang menjadi perhatian. Hal itu menyebabkan kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN selalu diikuti warga masyarakat setempat.
Seperti kegiatan Sosialisasi Rumah Keadilan (Restorative Justice ) yang dilakukan mahasiswa KKN bersama stakeholder dan warga di Rumah Keadilan Desa Pungsari. Sosialisasi tersebut berisi tentang teknis dari alur layanan aduan, pemberian bantuan hukum dan mediasi beserta ketentuan-ketentuan lainnya.
Dalam kegiatan itu, ditekankan beberapa hal tentang pentingnya menyelesaikan masalah hukum tanpa harus melalui proses pengadilan yang rumit dan biaya yang mahal.
“Kita mensosialisasikan konsep dan layanan yang ditawarkan oleh Rumah Keadilan kepada masyarakat. Output pada kegiatan ini berupa pembuatan kajian mengenai Rumah Keadilan Restorative Justice Desa Pungsari,” kata Abigael Farel Mahasiswa Fakultas Hukum Undip, Sabtu (17/8/2024).
Lebih kanjut, dijelaskan pula berbagai teknis dari setiap alur yang telah tersedia, termasuk konsultasi, pendampingan, dan advokasi pada setiap kasus yang diterima Rumah Keadilan.
Menurutnya, Acara tersebut juga menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem peradilan yang ada
“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya peran Rumah Keadilan dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mendapatkan keadilan yang setara dan inklusif,” ucap Farel.
Selain itu, maraknya judi online yang terjadi saat ini tak luput dari perhatian mahasiswa yang melakukan KKN tersebut. Mereka memberikan pemahaman yang mendalam mengenai risiko dan dampak negatif dari judi online, yang semakin marak di kalangan masyarakat.
“Tekait Judi online, kami berkerjasama dengan pemerintah desa Pungsari mengadakan diskusi dengan warga, sebagai upaya membantu masyarakat terutama remaja dalam menanggulangi masalah judi online yang terus berkembang di era digital,” terangnya Farel Mahasiswa Fakultas hukum itu.
Farel menyebutkan, di acara itu, para peserta mendapatkan informasi tentang berbagai modus operandi yang digunakan oleh penyedia judi online serta solusi untuk menghindarinya.
Kesadaran masyarakat sangat diperlukan, dalam hal ini ditujukan kepada remaja mengenai bahaya dan larangan judi online yang semakin meningkat.
“Diharapkan para remaja dapat lebih waspada terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Judi online,” harapnya.
Terpisah, Suparmin Kepala Desa (Kades) Pungsari saat dikonfirmasi mengatakan, terima kasih kepada mahasiswa Undip yang telah melakukan KKK di Desanya. Ia mengatakan, project kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa selama ini sangat baik. Berbagai inovasi kegiatan berupa sosialisasi diberbagai bidang sangat membantu program di desanya.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Undip telah memberikan bekal ilmu dan pengetahuan kepada warga masyarakat Desa Pungsari,” tuturnya.
Kades Suparmin yang akrab dipanggil Jepang itu juga menyampaikan, selain sosialisasi Rumah Keadilan dan bahaya judi online terdapat juga beberapa kegiatan lainnya, seperti project kegiatan sosialisasi meningkatkan literasi digital masyarakat terkait berita hoax, pelatihan tentang penyusunan Policy Paper, Gerakan Membaca dan Belajar (Gencar).
Pelatihan pembuatan Power Point melalui Canva, untuk meningkatkan kreatifitas dan inovatif dari remaja Karang Taruna. Sosialisasi pentingnya memilih daging ayam Aman, Sehat, Utuh, Halal (Asuh). Penciptaan solusi inovatif untuk memberikan ternak ruminansia suplemen atau aditif yang disebut Urea Molasses Multinutrient Block (UMMB) serta Sosialaisasi pembuatan Bank Sampah.
Akan hal itu, Jepang berharap nantinya project kegiatan yang diberikan oleh mahasiswa KKN Undip nantinya dapat dijadikan refrensi masukan bagi pemerintah Desa Pungsari dalam memajukan kesejahteraan dan pembangunan Desa.
“Semoga apa yang diberikan oleh mahasiswa KKN Undip Semarang dapat kami jaga untuk diaplikasikan secara bekesinambungan untuk kemajuan Desa Pungsari,” pungkasnya. (masrikin)
