
Semarang, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tetap optimistis menargetkan Jembatan Kaca Tinjomoyo (JKT), yang direncanakan menjadi ikon wisata baru di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo (HWT) dapat beroperasi pada awal tahun 2025.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, di kawasan HWT Gunungpati Semarang, Sabtu (17/8/2024)
“Targetnya awal 2025 harus sudah operasional,” ujar Wing seusai mengikuti upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Balai Kota Semarang pukul 10.00 WIB tadi.
Penyelesaian operasional jembatan kaca ini, lanjutnya, merupakan bagian dari janji visi-misi pasangan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang.
Standar K3 Untuk Jembatan Kaca
Menanggapi banyaknya pertanyaan terkait operasional JKT, Wing menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang masih menyelesaikan pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur penunjang untuk JKT.
“Sehingga nantinya bisa terpenuhi syarat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan bisa dioperasikan setelah selesai. Banyak ya, termasuk ‘railing tangga’, penutup ‘railing’ dan kelengkapan, termasuk jaring pengaman,” katanya.
Hal tersebut, lanjutnya, harus dipenuhi agar tidak menimbulkan risiko bagi wisatawan.
Selain itu, Wing menegaskan bahwa operasional JKT menjadi lebih mudah setelah seluruh sarana prasarana dan infrastruktur penunjang terpenuhi.
“Insya Allah, di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2024 ini dan anggaran murni tahun 2025, semuanya akan dioperasionalkan. Untuk anggaran di DPU karena proyek fisik, itu kan DPU meneruskan pekerjaan,” katanya.
Wing juga menerangkan bahwa untuk saat ini, fokus utama adalah operasionalisasi jembatan kaca. Pengembangan titik atau spot wisata baru menunggu tindak lanjut dari rencana pengembangan HWT menjadi kebun raya.
“Titik spot baru menunggu, sambil ‘follow up’ rencana jadi Kebun Raya Tinjomoyo (KRT). Kerja sama ini dilakukan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Dinas Lingkungan Hidup,” kata Wing.
Dengan demikian, Pemkot Semarang berharap JKT dapat segera menjadi destinasi wisata yang dapat dinikmati masyarakat namun tetap aman bagi wisatawan.
Target operasional pada awal 2025 diharapkan dapat tercapai dan menjadi salah satu daya tarik baru di kawasan HWT. (Ahmad)
