Pemkab Sidoarjo dan Delta Arta Tandatangani MoU Layanan Sedot Tinja

Avatar of Jurnalis: Setyawan
IMG 20240816 234414
Pemkab Sidoarjo melakukan MoU Tammara-LLTT bersama PT BPR Delta Artha, Kamis (15/8/2024). (Eko Setyawan/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com Warga Sidoarjo tak perlu bingung lagi membuang lumpur tinja menumpuk di septic tank selama bertahun-tahun miliknya.

Sebab pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah memiliki caranya agar warga dapat dengan rutin tanpa harus repot membuat jadwalnya sendiri.

Caranya gampang, warga bisa mengikuti program terbaru Pemkab Sidoarjo, namanya, Tammara-LLTT, singkatan dari Tabungan Masyarakat Menuju Sejahtera – Layanan Lumpur Tinja Terjadwal.

Itulah program hasil kolaborasi antar sejumlah pihak, yaitu, PT BPR Delta Artha dengan Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DP2CKTR) Kabupaten Sidoarjo, serta pihak ketiga dari USAID IUWASH.

Kolaborasi program tersebut, telah difinalisasi dengan agenda penandatanganan dokumen perjanjian kerjasama (MoU), Kamis (15/8/2024).

“Karena kami berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” kata Direktur Utama (Dirut) PT BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja.

Menurutnya, dengan skema tabungan Tammara-LLTT, pihaknya memastikan layanan sanitasi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan cara yang lebih mudah dan terencana.

“Masyarakat dapat menabung secara rutin di BPR Delta Artha, untuk kemudian digunakan sebagai biaya penyedotan lumpur tinja,” lanjutnya.

Ia berharap, melalui skema itulah program Tammara-LLTT dapat meringankan beban finansial warga, dan memastikan pengelolaan limbah yang baik dan ramah lingkungan.

Sementara, Kepala DP2CKTR Sidoarjo Bachruni Aryawan menyampaikan, program itu merupakan upaya Pemkab Sidoarjo, bisa memastikan sanitasi aman bagi seluruh warga Kota Delta (sebutan Kabupaten Sidoarjo).

“Kerjasama ini, juga memberikan solusi masalah sanitasi. Dan menjadikan sanitasi yang aman bagi seluruh warga,” kata Kepala DP2CKTR Sidoarjo Bachruni Aryawan, yang turut memberi tanggapan.

Sementara, Private Sector Engagement dan Innovative Finance Specialist USAID IUWASH Tangguh (Regional Jatim-NTT) Dwi Angkasa Wasis mengatakan, program itu merupakan  wujud keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Selain itu, menciptakan Sidoarjo Open Defecation Free (ODF) untuk sanitasi yang layak. Selanjutnya, mengejar sanitasi yang aman. “Karena, jika dengan layak saja masih tak cukup. Sebab, nilai tertingginya adalah sanitasi aman. Dengan cara, setiap rumah paling tidak membuang tinja kurun waktu 3-5 tahun. Nah, kesadaran itu yang saat ini gencar dilakukan,” terangnya.

Kepala UPTD Pembangunan Air Limbah Domestik (PALD) Sidoarjo Indah Nurshanti berharap, agar program penyedotan dan pengolahan lumpur tinja itu dapat segera diimplementasikan di seluruh wilayah Sidoarjo.

Mengingat, pihaknya kini juga tengah mengejar sanitasi aman. “Karena tercatat di data kami, masih jauh dari target sanitasi aman. Masih 16 ribu jiwa, dari sekitar 2500 juta jiwa yang sudah melakukan penyedotan tinja,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, melalui program tabungan itulah cara efektif menciptakan sanitasi aman. Warga dapat menabung Rp 10 ribu per bulan selama 36 bulan, untuk biaya penyedotan septic tank diameter 2 meter kubik.

“Kami akan segera mesosialisasikan program itu melalui kelompok ibu-ibu PKK, maupun ke ormas perempuan lainnya,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page