Wisata Edukasi Cagar Budaya, Ada 9.800 Koleksi di Museum Gubug Wayang Mojokerto

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 08 16 at 2.21.42 PM
Tampak depan Museum Gubug Wayang Mojokerto (Lintang/Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Manager Museum Gubug Wayang Achmad Sya’dan mengatakan bahwa Museum Gubug Wayang, salah satu cagar budaya di Kota Mojokerto, didirikan dengan tujuan untuk menyatukan bangsa melalui budaya.

Tepatnya di Jalan R.A Kartini Nomor 23, Mergelo, Kauman, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, berdiri bangunan bersejarah yang kokoh sebagai tempat edukasi dan rekreasi.

Hadirnya Gubug Wayang untuk mewujudkan masyarakat yang mengenal, mencintai, dan melestarikan seni dan budaya bangsa Indonesia.

“Melalui Gubug Wayang, kami ingin menghidupkan kembali, ingin mengenalkan kembali bahwa budaya kita itu luhur. Dengan budaya, kita bisa punya adab sopan santun yang baik,” kata Sya’dan kepada Kabarterdepan.com.

Dikatakan Sya’dan, Museum Gubug Wayang ini pertama kali diresmikan oleh Drs Suyadi atau yang lebih dikenal sebagai Pak Raden, pencipta boneka legendaris Si Unyil pada 15 Agustus 2015.

“Koleksi boneka Si Unyil di Gubug Wayang ada ratusan, termasuk buku dalang dan menari. Pak Raden mengharapkan, anak-anak Indonesia senang dengan budaya Indonesia, seperti mendalang dan menari,” jelasnya.

Manager sekaligus pengelola Museum Gubug Wayang menambahkan, Museum Gubug Wayang selain sebagai tempat rekreasi, juga untuk wadah edukasi.

Gubug Wayang memiliki program-program untuk menumbuhkan rasa cinta budaya terhadap anak-anak muda Indonesia, khususnya Mojokerto.

“Kami ada sejumlah video yang diunggah di media sosial. Menurut saya, akhir dari online pasti offline. Ketika saat ini masih gencar-gencarnya online, suatu saat nanti mereka akan ingin lihat secara langsung koleksi dari para pelestari budaya. Kami hadir untuk menjembatani dari apa yang zaman dulu ada, zaman sekarang ada, hingga nanti di masa depan ada. Keingintahuan mereka akan terjawab dengan koleksi Gubug Wayang,” imbuh Sya’dan.

WhatsApp Image 2024 08 16 at 2.23.30 PM
Tampak dalam Museum Gubug Wayang Mojokerto (Lintang/Kabarterdepan.com)

Lebih lanjut disampaikannya, ada lebih dari 9.800 koleksi wayang yang ada di Museum Gubug Wayang. Antara lain wayang kulit, wayang golek, wayang odol, wayang pring, wayang suket, wayang lontar, wayang beber, hingga wayang relief dan wayang potehi.

“Wayang relief, berupa ukiran-ukiran di candi yang direpresentasikan para seniman melalui kitab-kitab pemuka agama pada zaman kerajaan nusantara lama. Ada juga wayang potehi daro dataran Tiongkok selatan yang masuk lewat perdagangan di nusantara,” jelas Sya’dan.

Diketahui, Museum Gubug Wayang Mojokerto merupakan museum khusus yang menampilkan seni dan budaya, serta etnografi.

Di sepanjang jalan ini, terdapat deretan bangunan, peningalan Kolonia, gang-gang kecil bersejarah dan Kampung Pecinan, serta pemukiman keturunan Arab yang berkembang sejak era Hindia Belanda.

Berdasarkan gaya arsitektur, bangunan Gedung Museum Gubug Wayang merupakan salah satu representasi bangunan masa Hindia – Belanda sekitar permulaan abad XIX M. Pada Tahun 1930 – 1980 bangunan ini dimiliki oleh salah satu keluarga dari Kota Mojokerto dan dijadikan rumah hunian.

Dalam perkembangan selanjutnya, tepatnya pada tanggal 15 Agustus 2015 bangunan ini pun beralih fungsi menjadi Sanggar Gubug Wayang yang diberdayakan oleh Yensen Project Indonesia (YPI). Sanggar Gubug Wayang berkembang sampai menjadi 12 cabang sanggar dengan fokus seni dan budaya yang berbeda-beda.

Pada tanggal 15 Agustus 2017, Gubug Wayang fokus pada pengembangan wisata edukasi budaya Indonesia dengan nama Museum Gubug Wayang yang dikelola serta dimiliki langsung oleh Sendjoyo Njoto secara legal institusional dalam lingkup Yayasan Sendjojo Njoto Seni Budoyo.

Yayasan Sendjojo Njoto Seni Budoyo, Yensen Project Indonesia serta sanggar Gubug Wayang merupakan satu kesatuan pengelolaan yang dimiliki oleh Sendjoyo Njoto. Kini, dikelola oleh Dea Putri Njoto selaku Direktur Utama Museum.

Jenis koleksi yang dipamerkan di museum yang terletak di Jalan Kartini Nomor 23 Kota Mojokerto ini adalah wayang, topeng, terakota, keris, wayang Si Unyil, dan mainan tradisional. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page