Bupati Banyuwangi Blak-Blakan Bicara Peluangnya Melawan Kotak Kosong di Pilkada 2024

Avatar of Redaksi
IMG 20240816 131301
Ipuk bersama forkopimda usai mendengarkan pidato kenegaraan di DPRD Banyuwangi. (Fitri Angggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Petahana Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan tanggapan terkait pilkada melawan kotak kosong yang saat ini sedang ramai berhembus. Bahkan hal itu disinggung dalam pidato kenegaraan MPR RI pada Jumat, 16 Agustus 2024.

“Menurut saya tidak ada yang salah dengan kotak kosong,” kata Ipuk Fiestiandani.

Ditambahkannya, tujuan utama bersatunya partai-partai adalah bagaimana dapat merangkul kekuatan bersama, membangun dan kolaborasi yang kuat untuk Banyuwangi yang lebih baik di masa depan.

“Daerah atau negara ini harus dibangun bersama apabila yang saya lihat dari yang disampaikan Pak Bamsoet (Ketua MPR RI),” tutur Ipuk.

Untuk diketahui, Ipuk Fiestiandani telah mendapatkan rekomendasi dari 5 partai untuk maju kembali ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diselenggarakan 27 November 2024 mendatang.

Partai-partai tersebut di antaranya Partai Nasdem, Demokrat, Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Ipuk dipasangkan dengan Mujiono yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi.

Hal tersebut memicu hembusan petahana bakal melawan kotak kosong karena partai yang belum memberikan rekomendasi adalah PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Apabila Ipuk yang merupakan kader PDIP mendapatkan rekomendasi untuk maju kembali di pilkada, secara otomatis PKB terhempas dari bursa pencalonan karena kurangnya kursi di legislatif.

Sebuah partai dapat mencalonkan bupati dan wakil bupati dengan persyaratan 10 kursi di legislatif, sementara PKB hanya memiliki perolehan 9 kursi dari Pemilihan Legislatif (Pileg) Februari lalu. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page