Molornya Pengerjaan Gedung IGD RSUD Ploso Jombang, Diduga Dikerjakan Pihak Ketiga

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 08 12 at 10.08.11 AM
Proyek gedung IGD RSUD Ploso, Kabupaten Jombang. (Rebeca/Kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Keterlambatan pengerjaan proyek gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ploso, Kabupaten Jombang, sebanyak 10 persen.

Pembangunan gedung IGD lantai 2 dan 3 RSUD Ploso menelan anggaran Rp4,9 miliar dari DBHCT. Di awal pengerjaan sudah diterpa isu dugaan dikerjakan oleh pihak ketiga.

CV pemenang lelang yang beralamat di Bukti Tinggi, diduga menunjuk pihak lain untuk mengerjakan pembangunan gedung IGD RSUD Ploso.

Sehingga progres pembangunan gedung IGD lantai 2 dan 3 yang menggunakan sumber anggaran dari dana DBHCHT, mengalami minus atau keterlambatan.

“Itu pekerjaannya sekarang sudah dikerjakan sendiri sama yang menang lelang (CV yang beralamat di jalan nomor 4 Puhun Pintu Kabun, kota bukit tinggi Sumatera Barat),” kata M, salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan.

Ia pun menjelaskan bahwa penggantian pelaksana pekerjaan tersebut, dikarenakan adanya masalah keterlambatan, material. Yang membuat progres pekerjaan mengalami minus.

“Ya karena gak dikerjakan sama pelaksanaannya, terus terlambat itu. Lalu dilakukan penggantian pelaksana. Sekarang yang ngerjain dari CV yang dari Sumatra itu sendiri,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Saean Efendi pejabat pembuat komitmen (PPK) RSUD Ploso, membantah adanya kabar tersebut.

Saean, menepis indikasi tersebut dan menyatakan bahwa sedari awal pengerjaan gedung IGD RSUD Ploso dikerjakan sendiri oleh pemenang lelang asal Bukit Tinggi Provinsi Sumatra Barat.

“Memang pemenang lelang beralamat di Bukit Tinggi Provinsi Sumatra Barat. Namun punya kantor (pusat-red) di Jakarta. Pengerjaan juga langsung dikendalikan dari pusat,” tegasnya, Jumat (9/8/2024).

Para pekerja lapangan menurut Saean, juga berasal dari Jakarta atau luar Jombang. Dia pun mengakui kalau pemenang lelang tidak mempunyai kantor perwakilan di Kabupaten Jombang.

“Di Jombang gak ada (kantor perwakilan). Makanya pelaksana sama logistik itu ya dari Jakarta,” tuturnya.

Meski begitu, menurut Saean komunikasi dengan pihak kontraktor pemenang lelang berjalan lancar. Karena di lapangan ada dua orang perwakilan yakni bagian logistik dan bagian pelaksana atau proyek manager (GM).

Sesuai jadwal pekerjaan, pada minggu ke 6, harusnya sudah mencapai lebih dari 10 persen. Namun, pekerjaan kini minus beberapa persen karena baru dikerjakan pada tanggal 7 Agustus 2024. (Rebeca)

Responsive Images

You cannot copy content of this page