Sekarang Pekerja Migran Bisa Mendapatkan Fasilitas KUR dari Disnaker Jember, Simak Caranya Disini

Avatar of Redaksi
disnaker jember
Kolaborasi Disnaker Jember dan perbankan fasilitasi KUR untuk pekerja migran. (Lana/kabarterdepan.com)

Jember. kabarterdepan.com. Program Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nol Rupiah yang dicanangkan Disnaker Jember untuk mendapat bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Apresiasi tersebut dari Kementerian Tenaga Kerja, Disnakertrans Provinsi Jatim hingga termasuk perbankan. Salah satunya dengan Bank Jatim Cabang Jember saat pertemuan di Warung Sundari Slawu, Kamis (8/8/2024).

Pertemuan itu dihadiri Kadisnaker Jember Suprihandoko dengan perwakilan Bank Jatim Jember.

“Kita melakukan koordinasi terkait dengan tindak lanjut PMI Nol Rupiah. Tentunya program untuk bantuan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), tanpa partisipasi dan peran serta dari perbankan maka pasti ada hambatan,” Kata Suprihandoko, Kepala Disnaker Jember.

Menurutnya, sebenarnya banyak pihak yang ingin membantu, mulai pegadaian, hingga BPR. Namun kali ini Disnaker Jember menindaklanjuti dengan Bank Jatim Jember yang siap memberikan Fasilitas KUR bagi Pekerja Migran.

Kolaborasi Disnaker Jember dengan Bank Jatim

“Bank Jatim lebih menjanjikan kepada masyarakat Kabupaten Jember, sehingga pekerja yang mau berangkat ke luar negeri tanpa menjual aset yang dimiliki, tanpa harus pinjam tetangga, menggadaikan motor, cukup bertransaksi dengan Perbankan, dibiayai dan dicicil setelah dia bekerja,” ujarnya.

Sementara Tunggul Wijanarko yang membidangi Kredit Bank Jatim Cabang Jember menyambut positif kerjasama dengan Disnaker Jember terkait pembiayaan PMI Nol Rupiah.

“Ke depan, PMI itu tidak terbebani oleh biaya, mulai pelatihan, medical chek up, sampai turunannya Sertifikasi di-cover oleh Bank Jatim melalui program khusus, KUR Khusus TKI,” ujarnya.

KUR Khusus TKI ini diberikan sesuai kebutuhan penempatan PMI tersebut.

“PMI yang mendapatkan ini adalah PMI formal yang legal yang sudah mendapatkan id dari Disnaker dan Sertifikasi keahlian, kompetensi dari LPK,” terangnya.

Tunggul menambahkan, saat ini perjanjian kerjasamanya masih dirintis di tingkat pusat. Untuk Cabang Jember terus bergerak untuk menyiapkan sosialisasi di tingkat bawah.

“Jadi kalau MoU sudah ditandatangani, kita siap launching, siap untuk meng-cover biaya yang dibutuhkan dari calon PMI yang legal formal, sehingga mereka di luar negeri memiliki keterjaminan untuk keluarga yang di dalam negeri,” pungkasnya. (lana)

Responsive Images

You cannot copy content of this page