Dua Siswa SMA Al Muslim Berpartisipasi dalam AYIMUN, di Kuala Lumpur, Malaysia

Avatar of Jurnalis: Setyawan
IMG 20240809 202819
Antusias sejumlah peserta AYIMUN, di Kuala Lumpur, Malaysia. (Humas SMA Al Muslim)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com Dua siswa SMA Al Muslim, Sidoarjo, yaitu; Naila Saadah Cahyani, kelas XII-Ar Rahman; Almer Firdaus Widjokongk, kelas XII-Al Hakam, mendapat kesempatan emas. Mereka melenggang ke kancah Internasional: terpilih menjadi peserta  Asian Youth International Model of United Nations (AYIMUN) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan yang diikuti berbagai pelajar di bawah usia 25 tahun, dari berbagai negara itu berlangsung selama tiga hari: 2-5 Agustus 2024.

Diketahui, AYIMUN merupakan salah satu simulasi sidang PBB terbesar di Asia. Diikuti ribuan siswa dari berbagai negara. Peserta yang bergabubg, diajak berdiskusi dan berdebat mengenai isu-isu global yang mendesak.

Acara itu, juga sebagai wadah para siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan berbicara di depan umum, dan kemampuan diplomasi.

Sebelum keberangkatan mereka, para siswa telah menyusun position paper yang komprehensif mengenai topik-topik yang akan dibahas dalam sidang. Berisi, pandangan dan kebijakan negara-negara yang diwakili peserta, serta solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah global. Pembuatan position paper itu melibatkan riset mendalam dan analisis yang kritis, yang membantu siswa dalam mempersiapkan argumen mereka dengan baik.

Kepala SMA Al Muslim, Sidoarjo Mahmudah menyampaikan, para siswa tiba di Kuala Lumpur dengan penuh antusiasme. Setelah mengikuti upacara pembukaan, para siswa mengikuti sesi orientasi yang memberikan gambaran umum tentang jadwal kegiatan, aturan sidang, dan etika berdebat.

“Sesi ini penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dalam siding hari berikutnya,” katanya, Jumat (9/8/2024).

Hari kedua diawali dengan sesi sidang pertama, kata Mahmudah. Para siswa dibagi menjadi berbagai komite yang mencerminkan struktur PBB, seperti komite Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO), komite Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), komite perdagangan dunia (WTO), dan komite Kesehatan Dunia (WHO).

“Setiap siswa berperan sebagai delegasi negara yang mereka wakili, berdebat dan bernegosiasi mengenai isu-isu global. Dan menunjukkan kepiawaian mereka dalam berbicara di depan umum,” terangnya.

Nah, pada sesi berikutnya, kata dia, diisi dengan lanjutan sidang dan diskusi yang semakin mendalam. Para siswa semakin aktif dan percaya diri dalam menyampaikan pandangan mereka. Di mana, setiap delegasi memberikan kontribusi berharga melalui presentasi yang dipersiapkan dengan baik dan debat yang konstruktif.

“Melalui proses ini, para siswa belajar pentingnya negosiasi, kompromi, dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik global,” ujarnya.

Hari terakhir, imbuh Mahmudah, diisi dengan sesi penutupan dan pemberian penghargaan kepada para delegasi terbaik di komite mereka masing-masing. Selain penghargaan, partisipasi dalam AYIMUN juga memberikan pengalaman akademis yang berharga serta kesempatan untuk memperluas jaringan Internasional dan membangun persahabatan lintas budaya.

Ia berharap, tahun mendatang akan lebih banyak siswa SMA Al Muslim yang termotivasi mengikuti kegiatan AYIMUN.

“Agar semakin banyak siswa yang mendapatkan manfaat dari pengalaman berharga ini. SMA Al Muslim dapat terus mengirimkan delegasi yang kompeten dan berprestasi dalam forum Internasional,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page