Rehab Jembatan di Grobogan Molor, Ini Penjelasan BPJ Wilayah Purwodadi.

Avatar of Redaksi
Dikebut, tahap akhir pekerjaan rehabilitasi jembatan Getasrejo diruas jalan lingkar utara kabupaten Grobogan (masrikin/kabarterdepan.com)
Dikebut, tahap akhir pekerjaan rehabilitasi jembatan Getasrejo diruas jalan lingkar utara kabupaten Grobogan (masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com- Rehabilitasi jembatan Getasrejo, Grobogan Tengah memasuki tahap akhir. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada Sabtu (3/8/2024).

Namun, hingga saat ini jembatan tersebut belum dapat dilalui dikarenakan masih terdapat dua item pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pihak rekanan.

“Hari ini baru dilakukan pengaspalan selanjutnya masih ada dua pekerjaan di akhir, yakni Expantion joint dan Elastomir atau bantalan,” ungkap Kepala Balai Pelaksanaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) nya Umar, Rabu (31/72024)

Umar menjelaskan, dalam rehab jembatan itu fungsi dari expansion joint adalah untuk mengakomodasi gerakan yang terjadi pada bagian superstruktur jembatan. Gerakan itu berasal dari beban hidup, perubahan suhu, dan sifat fisik dari pembentuk jembatan.

“Expansion ini, baru akan dikerjakan besok (Kamis). Pengerjaannya satu hari selesai,” paparnya.

Sementara, untuk bahan elastomir atau bantalan yang terdapat diantara rangka baja dengan kepala pondasi dasar, datangnya terlambat.

“Baru bisa dipasang (elastomir) besok (Kamis, 1/8) hingga Jumat nanti,” sambungnya.

Disebutkan Umar, fungsi dari elastomir sendiri sebagai bantalan penahan struktur pada jembatan. Bantalan ini diperlukan untuk menyalurkan reaksi girder atau balok penopang jembatan tanpa memberi tekanan berlebihan pada struktur sehingga jembatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Posisinya bantalan karet elastomir ada di bawah plat penyangga pojok kanan kiri di atas abutment pemasangannya harus mendongkrak rangka jembatan,” jelas Umar.

Masih kata Umar, sesuai progres hingga hari ini, jembatan Getasrejo diprediksi baru dapat dilakukan open traffic pada hari Sabtu nanti, pihaknya meminta maaf kepada pengguna jalan terjadinya kendala lapangan yang mengakibatkan molornya pengerjaan.

“Kemungkinan tanggal 1 (target awal) belum bisa kita open traffic (pembukaan jalan). Kita usahakan hari sabtu-lah, paling lama, baru kita buka. Mohon maaf karena di lapangan ada sedikit kendala,” jelasnya.

Meskipun ada kendala dalam rehab jembatan, Umar mengaku pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DPUPR Kabupaten Grobogan atas kendala lapangan yang dihadapi.

“Tadi kita juga sudah koordinasi dengan Kepala DPUPR, pak Een, terkait permasalahannya di lapangan,” kata Umar.

Sebelumnya diketahui dalam proyek rehab jembatan Getasrejo ruas Jalan Lingkar Utara Kabupaten Grobogan menelan anggaran Rp. 1.931.188.000 dengan waktu pelaksanaan konstruksi sesuai kontrak selama 120 hari kalender yang berakhir tanggal 03 September 2024, Anggaran tersebut untuk pekerjaan pengantian lantai jembatan dengan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah

Sebagai informasi tambahan, saat ini Jembatan Getasrejo sudah beralih status dari kabupaten ke provinsi. jembatan itu dibangun pada tahun 1996 serta untuk usia baja normal sesuai kontruksi berusia 50 tahun. Sementara Untuk usia jembatan baru difungsikan 28 tahun, atau masih ada setengah dari usia normal baja jembatan. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page