Ditinggal Berladang, Satu Rumah di Grobogan Ludes Terbakar

Avatar of Redaksi
Kondisi rumah Painah warga Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan pasca kebakaran.( Masrikin/kabarterdepan.com)
Kondisi rumah Painah warga Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan pasca kebakaran. (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan,kabarterdepan.com – Sebuah rumah beserta isinya ludes terbakar sesaat setelah ditinggal pemiliknya pergi berladang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jumat (26/7/2024).

Dari informasi yang didapat, diduga kebakaran itu diakibatkan pemilik rumah Painah (59) lupa mematikan api saat menanak nasi dan sayur pada saat ia pergi ke ladang.

Bermula, pukul 05.00 WIB Painah memasak nasi dan sayur. Setelahnya itu sekitar pukul 05.30 WIB Painah berangkat ke ladang guna menanam jagung.

Lebih lanjut, rumah Painah saat ditinggalkan ke ladang dalam kondisi kosong. Sekitar pukul 08.30 WIB seorang tetangga Painah menghampirinya di ladang guna memberitau tentang rumahnya yang terbakar. Sontak, Painah langsung berlari pulang. Saat tiba di depan rumah, ia melihat rumah miliknya dalam keadaan terbakar.

Sementara, Kapolsek Tanggungharjo AKP Anang Heriyanto dari keterangan salah seorang saksi kebakaran Ali Mudzakir, menjelaskan bahwa api bermula dari bagian atap dapur. Melihat ada api di rumah Painah, Ali langsung mendobrak pintu rumah Painah.

“Setelah didobrak, Ali mengetahui api yang telah menjalar hingga ke atap bagian belakang rumah Painah,” kata Kapolsek Tanggungharjo.

Mengetahui hal itu, sambung Kapolsek Tanggungharjo, Ali mengajak tetangga lainya yaitu Warli dan Juwariah untuk memadamkan api. Selanjutnya, warga sekitar pun datang membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang milik Painah.

Tak berhenti di situ, kata Kapolsek Tanggungharjo, Ali pun berusaha menghubungi Polsek Tanggungharjo guna diteruskan ke Pemadam kebakaran Unit Gubug.

“Kemudian sekitar pukul 09.30 WIB api yang membakar rumah Painah dapat dipadamkam,” katanya.

Sementara dari pemeriksaan di lokasi kejadian, AKP Anang didapatkan dua barang bukti yaitu satu buah panci dan satu buah kayu yang sudah terbakar.

“Untuk motifnya, Painah (korban) sedang memasak Nasi dan Sayur menggunakan kayu bakar, diduga korban lupa mematikan api, selanjutnya Api membakar tumpukan kayu di sebelah dapur,” jelas Kapolsek Tanggungharjo.

Ditambahkan, meskipun insiden itu tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, total kerugian material yang ditanggung Painah mencapai ratusan juta.

Dijelaskan, bentuk rumah Painah adalah Limasan dari kayu dan tembok yang ukuran 10×12 Meter.

“Sementara, atap terbuat dari kayu dan genteng. Rumah juga berlantai lantai keramik, tiang dari kayu campuran ukuran 12 cm, tinggi tiang 4 meter,” jelas Kapolsek Tanggungharjo.

Sementara, barang-barang berharga milik painah yang berada di dalam rumah hingga hangus terbakar berupa uang tunai Rp 20 juta, tiga unit sepeda angin, satu unit kulkas, tiga unit almari, satu set meja dan kursi dan Gabah lima karung.

“Bila diakumulasi total kerugian Painah mencapai Rp 120 juta,” bebernya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page