
Sragen, kabarterdepan.com – uniknya usaha kerajinan ukir kayu milik Sajimin warga Jatigrombol RT 27 Desa Jambangan, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Beberapa hasil kerajinannya memiliki ornamen-ornamen ukir yang identik dengan budaya jawa.
Dalam pembuatan karya ukir kayu, Sajimin tidak mengikuti aturan pakem tertentu. Melainkan ia kembangkan sendiri dengan kreasi dan membuat ciri khas tersendiri.
Menggunakan alat yang sederhana melalui sentuhan tangan, Sajimin menyulap potongan kayu menjadi karya seni ukir kayu berwujud jagrak Bendo (tempat dudukan tombak atau tongkat bendera), Gunungan Blawong (tempat keris) serta Sken keris yang mempunyai nilai jual cukup tinggi.
“Hasil kerajinan saat ini yang masih ada pesanan adalah Blawong, Gunungan, Bendo dan Sken keris,” ucap Sajimin saat dikonfirmasi di kediamannya, Senin (22/7/2024).
Sajimin mengatakan, selama ini hasil karya ukir kayu Bendo dan Blawongnya mempunyai ciri khas yakni berukirkan Naga. Hasil ukirannya tersebut kebanyakan dipasarkan di kota Solo. Ia mengaku sudah mempunyai pelanggan di sana.
“Hasil ukiran dipasarkan di Solo itu saya hanya menyetor barang. Sekaligus menerima pesanan,” katanya.
Bapak satu orang anak ini mengungkapkan, dalam satu bulan dirinya hanya bisa membuat kurang lebih hanya 20 buah bendo maupun blawong. Sebab dalam pembuatannya hanya dilakukan sendiri tanpa dibantu siapapun.
“(Pengerjaan) Bendo maupun Blawong kecil memerlukan satu hari, sedangkan yang besar waktunya dua hari,” ungkapnya.
Sementara untuk menjaga kualitas hasil kerajinannya, Sajimin mengaku sengaja menggunakan bahan kayu jati. Menurutnya kayu jati hasilnya lebih bagus dan tidak mudah rusak. Menurutnya hal itu bisa menaikan harga jual hasil ukirannya.
“Kalau pakai kayu jati, harga bendo Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu bendo kecil, besar Rp 500 ribu,” tambahnya.
Sajimin mengaku kerajinan ukir kayu itu sudah dilakukan sejak tahun 2017. Saat ini pihaknya masih memiliki kesulitan modal dan kurangnya peralatan yang memadai.
Meski usahanya berada di salah satu desa pinggiran yang perbatasan antarabkabupaten Grobogan dengan Kabupaten Sragen, ia berharap kelak usahanya semakin dikenal dengan ciri khas yang ia miliki. Sajimin bersedia bekerjasama dengan pemerintah untuk dapat mengikuti berbagai event pameran.

Terpisah, Agus Hendarto Camat Mondokan mengakui bahwa kerajinan Bendo, Blawon yang dibuat Sajimin memiliki ciri khas tersendiri. Selain itu, UMKM Kayla Mandiri Ukir milik Sajimin merupakan salah satu UMKM binaan terbaik di Kecamatan Mondokan.
“Dari puluhan UMKM di Mondokan yang tergabung di Ekonomi Mondokan Creatif (Emoncer) hasil karya ukir Bendo dan Blawong merupakan salah satu yang terbaik,” ungkapnya.
Hal itu, sambung Agus Hendarto, terlihat saat Sajimin mewakili emoncer Mondokan dalam salah satu event UMKM di Kabupaten Sragen tahun 2023 lalu.
“Pada event ahun lalu, stand UMKM emoncer sangat banyak diminati pengunjung dan pejabat penting di Sragen,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, “UMKM milik Sajimin merupakan salah satu usaha dalam melestarikan budaya di Indonesia,” pungkasnya. (Masrikin)
