Bimtek Inovatif Digitalisasi Desa Disetop, Begini Tanggapan Dispermasdes Grobogan

Avatar of Redaksi
Yuono Joko Susanto, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dispermasdes Grobogan (Masrikin/kabarterdepan.com)
Yuono Joko Susanto, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dispermasdes Grobogan (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) Program Digitalisasi Desa (Digides) yang dilakukan di sejumlah desa di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah disetop
menyusul adanya surat edaran dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Grobogan yang menyatakan adanya penarikan surat sebelumnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dispermasdes Grobogan Yuono Joko Susanto menyatakan, terdapat sejumlah desa yang sudah mengikuti bimtek, namun dengan adanya edaran tersebut beberapa desa membatalkan diri mengikuti program tersebut.

“Dari 280 desa/kelurahan di Kabupaten Grobogan, ada 65 desa yang berminat mengikuti program Digides tersebut,” ungkapnya Rabu (17/7/2024) siang.

Padahal, Menurutnya program platform inovatif Digides tersebut sangat bermanfaat untuk desa terutama dalam hal pelayanan publik. Tentunya, jangkauan pemerintah desa lebih luas melalui program digital.

“Ibarat pelayanan manual hanya dapat melayani satu warga, pelayanan berbasis digital mampu menjangkau lima hingga enam warga. Karena masyarakat dapat mengisi data secara mandiri,” imbuhnya.

Selain itu, masyarakat saat ini makin cerdas, adanya program desa digital akan mempercepat sekaligus meringankan kerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan masyarakat.

Melalui program Digides yang dilakukan kementerian desa sebelumnya sebanyak 15 desa di Grobogan, telah mendapatkan kucuran anggaran untuk program tersebut senilai Rp 50 juta.

“Karena program tersebut dinilai sukses, desa kembali ditawari untuk pelaksanaan digitalisasi desa secara mandiri dengan nominal Rp 7,5 juta,” terang Yuono Joko.

Lebih lanjut, sambung Yuono Joko bersaran uang tersebut akan digunakan untuk honor bimtek serta pemeliharaan selama satu tahun, tujuannya agar desa benar-benar dapat menjalankan program desa cerdas tersebut.

Sementara itu, Kepala Dispermasdes Grobogan Achmad Haryono menjelaskan, program Digides merupakan salah satu program resmi dari Kemendes PDTT, yang regulasi dan pengalokasiannya sudah diatur dengan Perbup Grobogan.

“Bukan seperti isu yang berkembang, itu benar program pemerintah, dan diperuntukkan bagi desa yang bersedia. Sifatnya tidak wajib,” paparnya.

Terpisah, saat berusaha menghubungi kontak pihak rekanan yang tertera di kop penawaran, nomor tersebut menyebutkan jika CV tersebut bergerak di bidang tour and travel.

“Memang benar kita dari CV Lituhayu namun kita fokus di bidang travel,” jawabnya.

Sebagai informasi tambahan, dari penelusuran wartawan website CV Lituhayu (lituhayu.com) baru menampilkan satu kali bimtek yang ada di Kabupaten Grobogan guna mendampingi terwujudnya desa cerdas di kabupaten Grobogan.

Selain itu, website tersebut juga menampilkan paket wisata dengan nominal Rp 500 ribu, namun tidak disebutkan adanya tempat wisata yang dituju.

Nampak juga di halaman depan website tersebut bertuliskan “Menyediakan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi pejabat pemerintahan dan tenaga kerja di sektor publik untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka dalam menghadapi tantangan zaman modern”.

Di Website tersebut juga menampilkan bahwa CV Lituhayu didukung oleh Dispermades Grobogan beserta Pemkab Grobogan. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page