Ada Upaya Pengumpulan Tanda Tangan untuk Menolak GPdI Tarik Sidoarjo, Warga pun Ditakut-takuti

Avatar of Redaksi
Tangkapan layar grup WhatsApp warga, dimana ada upaya pengumpulan tanda tangan untuk menolak IMB GPdI Tarik Sidoarjo oleh beberapa oknum (Andy / Kabarterdepan.com)
Tangkapan layar grup WhatsApp warga, dimana ada upaya pengumpulan tanda tangan untuk menolak IMB GPdI Tarik Sidoarjo oleh beberapa oknum (Andy / Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Saat GPdI Tarik sudah mendapatkan 76 tanda tangan persetujuan dari warga untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja, Sabtu (6/7/2024) sore.

Namun, ada dugaan upaya pengumpulan penolakan yang juga dikumpulkan oleh beberapa oknum di Dusun Mergojog, RT 09 / RW 02,Desa Mergosari, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Hal ini disampaikan oleh Pendeta Yoab Setiawan kepada redaksi Kabarterdepan.com.

“Kami bergerak meminta tanda tangan warga untuk mengurus IMB GPdI Tarikk, dalam waktu 2 jam sudah dapat 76 tanda tangantangan, Sabtu (6/7/2024) lalu,” tutur Pdt Yoab Setiawan, Gembala Sidang GPdI Tarik.

Lebih lanjut, Pendeta Yoab mengatakan, pihaknya bergerak meminta tanda tangan warga itu saat sore hari, habis maghrib sudah terkumpul 76 tanda tangan warga.

“Saat kami meminta tanda tangan itu, sudah kami sampaikan minta dukungan untuk IMB gereja. Warga di situ tidak perlu penjelasan banyak, sudah tahu maksud dan tujuan kami. Bahkan, banyak warga yang berkomentar, sama-sama untuk ibadah, kenapa kok dihambat, sini saya tanda tangani, ” beber Pendeta Yoab.

Menurutnya, memang ada satu atau dua warga yang tidak berkenan, pihaknya pun tidak memaksa, akhir jalan lagi, hingga pukul 18.00 dapat 76 tanda tangan warga. Ini sudah melebihi, karena yang dibutuhkan harusnya hanya 60 tanda tangan.

“Akhirnya, kami serahkan 76 tanda tangan warga untuk IMB gereja kepada kepala desa ( kades ) , Selasa (9/7/2024) pagi sekitar pukul 09.00 karena harus mendapatkan persetujuan dari kades. Kades yang menerima langsung itu mengatakan, ia akan membawanya dan diteruskan / dikoordinasikan dengan FKUB dan Camat,” jelas Yoab Setiawan.

Selasa malamnya, lanjut Yoab, mereka (AP, AL, E, dan Y) pun bergerak ke warga, untuk meminta tanda tangan penolakan dari warga. Bahkan, warga yang sudah tanda tangan untuk memberikan persetujuan IMB gereja pun ditakut-takuti. Alhasil, ada sebagian yang mau tanda tangan mau tanda tangan menolak keberadaan gereja, tetapi ada yang tetap tidak mau tanda tangan.

“Berdasarkan informasi dari warga, kalau tidak mau tanda tangan menolak gereja kami, maka mereka ditakuti tidak akan mendapatkan bantuan sembako dari desa. Bahkan, mereka juga ditakuti kalau meninggal, tidak ada yang menyalati,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page