
Grobogan, kabarterdepan.com – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang capaian penggunaan anggarannya yang masih rendah untuk lebih keras berkerja guna mengejar ketertinggalan.
Hal itu, diungkapkan Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan atau yang biasa di kenal sebagai Rakor POP Triwulan II Tahun Anggaran 2024 di Gedung Riptaloka Setda Grobogan, Rabu (10/7/2024).
Dikatakan Sri Sumarni. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Grobogan Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 2,8 Triliun atau Rp. 2.812.998.073.000.
Dari total anggaran APBD Rekapitulasi capaian keadaan sampai Triwulan II per tanggal 30 Juni 2024, realisasi fisik dan keuangan yaitu realisasi keuangan sebesar Rp.1,2 Triliun atau Rp.1.249.065.045.756
“Dari total Anggaran baru terserap 44,40 persen dengan realisasi fisik sebesar 46,72 persen. Dilihat realisasi laporan fisik dan keuangan ada beberapa OPD yang capaiannya masih rendah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan terdapat lima poin penting terkait penggunaan anggaran OPD di Kabupaten Grobogan. Pihaknya menuturkan bahwa perangkat daerah dalam pelaksanaan program atau kegiatan untuk membuat jadwal rencana kerja dan rencana pencairan dana.
“Atau anggaran yang mendukung percepatan realisasi fisik kegiatan dan percepatan realisasi anggaran,” kata Bupati Grobogan.
Termasuk yang poin kedua, sambung Sri Sumarni, perlunya konsistensi terhadap dokumen yang direncanakan serta jadwal pelaksanaan kegiatan.
“Kemudian masing-masing laksanakan evaluasi internal untuk kegiatan yang telah dilaksanakan,” imbuhnya.
Sementara yang poin ketiga, Sri Sumarni menyebutkan perangkat daerah harus mampu mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kemudian untuk diatasi dengan mengoptimalkan koordinasi bersama maupun antar OPD atau yang terkait,” ujarnya.
Lebih lanjut poin ke empat, Bupati Grobogan dua periode itu menyarankan kegiatan pembangunan yang berfokus atau digunakan masyarakat, untuk pelayanan serta berdampak langsung pada perkembangan masyarakat agar segera dilaksanakan.
“Diantaranya, pembangunan jalan, sarana prasarana rumah sakit, gedung sekolah dan lain-lain,” kata Bupati memberikan contoh.
Sementara poin yang terakhir, Sri Sumarni menekankan perangkat daerah dalam penyusunan rencana atau usulan kegiatan tahun 2025 agar mempertajam program-programnya.
“Hal ini, harus berupa bentuk kegiatan mendukung visi dan misi yang telah ditetapkan serta kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara, kepada OPD yang realisasi fisik maupun keuangannya sudah cukup tinggi, Sri Sumarni tak lupa mengucapkan terimakasih dan apresiasi untuk lebih ditingkatkan lagi.
“Kami sampaikan apresiasi dan hal itu dapat terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan lagi,” ujar Bupati Grobogan. (Masrikin).
