
Mojokerto, Kabarterdepan.com –
Sosialisasi untuk memberantas rokok dan cukai ilegal di Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto bersama Bea Cukai Sidoarjo melakukan sosialisasi dengan menyasar penjual rokok di area pasar Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/7/2024) pagi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mendatangi penjual rokok di dalam pasar dan memasang stiker imbauan bertuliskan gempur rokok ilegal dan sanksi terhadap peredaran rokok ilegal.
Dalam sosialisasinya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati belum menjumpai adanya penjualan rokok tanpa cukai yang ada di dalam pasar tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada, tadi sekaligus melakukan sosialisasi kepada para pedagang,” ungkapnya.
Dengan adanya sosialisasi gempur rokok ilegal ini, Bupati berpesan agar masyarakat tidak membeli ataupun menjual rokok tanpa pita cukai, karena itu dapat mengurangi pendapatan negara dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Tentu ini akan mengurangi pemasukan negara, dari cukai rokok tersebut berkurang, tentu dirugikan adalah masyarakat pembiayaan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Bupati.
Ikifina juga mengedukasi masyarakat dengan menjelaskan mengenai bentuk fisik perbedaan rokok ilegal dan rokok legal yang terlihat dengan pita cukainya.
“Atas pengetahuannya supaya bisa memberikan informasi kepada pembeli rokok di pasar ini,” tandasnya.
Bupati berharap, masyarakat Kabupaten Mojokerto saling menjaga dan mengingatkan serta turut mesosialisasikan seluas-luasnya terkait bagaimana dampaknya rokok yang ilegal tersebut.
“Masyarakat juga tahu bahwa ada hukumnya kemudian memproduksi atau mengkonsumsi maupun menjual rokok yang ilegal,” tutup Bupati.
Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Rudy Hery Kurniawan, menyampaikan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah itu memberikan informasi. Pihaknya mempunyai kewenangan memberikan sanksi menurut undang-undang No 39 tahun 2007 tentang cukai.
“Melakukan penindakan ini dilakukan bersama-sama dengan teman-teman APH (Aparat Penegak Hukum) Kepolisian maupun TNI,” pungkasnya. (Adv)
