Diduga Menderita Epilepsi, Pemuda di Grobogan Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher

Avatar of Redaksi
Olah TKP oleh tim inafis Polres Grobogan (masrikin/kabarterdepan.com)
Olah TKP oleh tim inafis Polres Grobogan (masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com – Warga Desa karangasem Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan, dihebohkan dengan temuan sosok mayat seorang pemuda dengan luka di leher bekas gosokan di sebuah kandang kambing milik tukang sate warga setempat. Selasa (2/7/2024)

Kondisi mayat laki laki tersebut saat ditemukan dalam keadaan terlentang dengan kondisi bersimbah darah akibat luka bekas gorokan senjata tajam, yang menyebabkan tenggorokan korban putus.

Korban ditemukan pertama kali oleh oleh Tarmidi seorang penjual sate kambing di Dusun Sarip RT. 05/RW.04 Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan.

Dalam keterangan, Kapolsek Wirosari AKP Muri menuturkan bahwa korban bernama Wisnu Candra Aditya (23) warga setempat. Kejadian penemuan mayat itu diketahui pertama kali oleh Tarmidi di kandang kambing miliknya.

“Saat itu, Tarmidi sedang melakukan aktivitas seperti biasa, dirinya ingin menyembelih kambing di kandang miliknya untuk dijadikan sate,” kata AKP Muri.

ketika sampai di lokasi kandang kambing, sambung AKP Muri, Tarmidi melihat ada seorang laki-laki tergeletak tanpa menggunakan baju dan hanya mengenakan celana pendek. Sontak Tarmidi kaget melihat kondisi pria tergelak dengan bersimbah darah dari leher yang telah digorok.

“Diketahui, kodisi korban hanya mengunakan celana pendek, tubuh korban terdapat banyak darah, disebelah kiri korban ada sebilah pisau,” ujarnya.

Melihat kejadian itu, sambung Kapolsek Wirosari, Tarmidi lari keluar sebelum sempat mengenali korban. Sesampainya di luar, ia baru menyadari adanya motor korban yang diparkir di samping rumahnya.

“Sempat panik, dan tidak mengenali korban, Motor yang dimiliki korban adalah motor milik keponakan Tarmidi,” sambung AKP Muri.

Tarmidi Semakin kaget melihat motor keponakannya terparkir didekat kandang, kemudian Tarmidi memanggil Ayu Sholihah untuk menemaninya guna memastikan korban yang tergeletak adalah keponakanya.

“Baru selang beberapa menit warga yang lain mendatangi tempat kejadian, kemudian salah satu warga mendatangi kepala desa Karangasem, guna melanjutkan pelaporan ke Polsek Wirosari”, ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Muri menuturkan setelah dilakukan pemeriksaan dari tim Inafis bersama Puskesmas 2 Wirosari bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ditubuh korban. Namun, panjang luka gorokan hingga 10 centi meter, dengan lebar 5 centimeter.

“Luka sayatan pisau di leher korban menyebabkan kerongkongan korban putus,” tambahnya.

AKP Muri mejelaskan, dari hasil keterangan yang diperoleh pihaknya, menurut keterangan dari pihak keluarga korban, korban mempunyai riwayat penyakit Epilepsi yang tidak kunjung sembuh.

“Korban, sudah berobat dan minum obat rutin tetapi tidak kunjung sembuh, dan saat ini jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga korban,” tandasnya. (Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page