Kumpulkan HP Saat Rapat, Pj Wali Kota Mojokerto: Agar Tak Sibuk Scroll Sosmed

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 06 04 at 11.08.25 AM
Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro mencetuskan kebiasaan baru (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro mencetuskan kebiasaan baru di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.

Melihat dari kebiasaan phone snubbing (phubbing) atau perilaku dan kebiasaan mengabaikan orang lain di sekitar karena terlalu fokus pada penggunaan ponsel oleh kalangan ASN, khususnya saat pelaksanaan rapat.

Menurut Ali Kuncoro, hal tersebut membuat rapat berjalan tidak fokus dan kerja menjadi tidak produktif. Sehingga, dibuat kebiasaan baru, yakni setiap rapat maka seluruh ASN diwajibkan untuk mengumpulkan dan meletakkan ponsel masing-masing di dalam satu keranjang khusus.

“Kebiasaan mengumpulkan HP ini mulai kami berlakukan sajak pagi kemarin. Saya ingin semua yang ikut rapat fokus. Fisik dan pikirannya hadir untuk rapat. Bukan yang fisiknya hadir, tapi malah sibuk scrolling sosmed atau istilah gen Z sekarang ini phone snubbing, yang membuat rapat jadi tidak fokus dan tidak produktif,” tutur Ali Kuncoro, Rabu (4/6).

Tidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi dan kehadiran media sosial semakin sulit untuk dipisahkan dalam keseharian manusia. Keberadaan media sosial seperti WhatsApp, membantu jajaran pemkot untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti berkoordinasi ataupun berbagi informasi.

Namun, ada beragam media sosial lainnya yang juga banyak dimanfaatkan, sehingga mengakibatkan arus informasi semakin sulit dibendung. Pesan informasi di beragam media sosial tersebut juga dikemas berupa konten yang sangat menarik, sehingga memicu terjadinya distraksi digital.

“Tidak ada yang salah dengan sosial media. Tapi, sekarang seringnya adalah, niat awal buka WA, mau balas satu chat penting. Selesai membalas, bukan ditutup kok jadi buka yang lainnya. Nah, itu sudah jadi kebiasaan mayoritas kita saat ini. Jadinya sulit fokus, konsentrasinya terpecah,” tutur Mas Pj, sapaan akrab Pj Wali Kota.

Mengutip artikel Harvard Business Review (2015), kajian yang dilakukan Cliford Nass dari Stanford University menunjukkan, seseorang yang terbiasa berkegiatan sambil tetap sibuk memperhatikan konten digital, ternyata tidak memperhatikan, mengingat, dan mengatur tugasnya sebaik orang yang tetap fokus pada satu hal di satu waktu.

Hal ini tentu saja berakibat pada turunnya produktivitas dan keterlibatan, baik di kantor maupun di rumah.

“Ini memang terlihat kecil, sederhana. Tapi semoga ini bisa menjadi ikhtiar kami, untuk semakin meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Karena dengan rapat-rapat yang kondusif, akan menghasilkan kebijakan berkualitas, yang nantinya berpengaruh ke masyarakat,” pungkas Mas Pj. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page