
Nasional, Kabarterdepan.com – Setelah beredar poster dan tagar All Eyes on Rafah untuk menyerukan dukungan kepada Palestina, baru-baru ini netizen Indonesia kompak mengunggah poster dan tagar All Eyes on Papua.
Aksi ini dilakukan untuk sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Papua yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka. Pasalnya, hutan yang akan dibabat tersebut ingin dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit.
Diketahui, hutan yang akan dibabat habis dan dibangun perkebunan sawit oleh PT Indo Asiana Lestari ini terletak di Boven Digul, Papua Selatan dengan luas sekitar 36 ribu hektar.
Masyarakat adat suku Awyu di Boven Digoel, Papua Selatan dan Suku Moi di Sorong, Papua Barat Daya berdemo di depan Mahkamah Agung dan menolak pembabatan hutan, Senin (27/5/2024).
“Karena hutan ini adalah hutan adat tempat mereka hidup secara turun temurun, serta sumber penghidupan, pangan, budaya, dan sumber air akan hilang jika hutan ini dibangun perkebunan sawit,” tulis keterangan dalam poster seruan All Eyes on Papua, dikutip Senin (3/6/2024).
Selain berpotensi menghilangkan hutan alam, proyek perkebunan sawit ini juga menghasilkan emisi 25 juta ton C02. Jumlah emisi ini sama dengan menyumbang 5% dari tingkat emisi karbon tahun 2030. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh seluruh warga Papua, tetapi berdampak ke seluruh dunia.
“Maka dari itu, ayo kita bantu menyuarakan hak-hak warga Papua dan dukung terus perjuangan suku Awyu dalam mempertahankan hutan adat mereka. Kalian juga bisa mendukung penyelematan hutan adat Papua dengan cara mengisi petisi,” pungkasnya.
Arti All Eyes on Papua secara harfiah dalam bahasa Indonesia adalah “semua mata tertuju pada Papua”. Poster tersebut ramai dibagikan melalui fitur ‘add yours’ di media sosial Instagram.
Fitur ini memungkinkan orang lain untuk ikut mengunggah foto yang sama, sehingga poster tersebut menjadi pesan berantai untuk terus menyebarkan dukungan kepada masyarakat adat Papua. (*)
