SIS Adopsi Kurikulum Internasional Untuk Acuan Proses Pembelajaran

Avatar of Redaksi
SIS Semarang di kawasan Candi Golf. (Ahmad/kabarterdepan.com)
SIS Semarang di kawasan Candi Golf. (Ahmad/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabar terdepan.com – Dalam rangka mendongkrak kualitas pendidikan bagi para siswanya, Director of Marketing (DoM) Singapore Intercultural School (SIS) Semarang menggabungkan tiga kurikulum internasional sebagai acuan dalam proses pembelajaran di SIS.

Hal tersebut ditegaskan DoM SIS Semarang Indhra Erwyne di Semarang, Jumat (31/5/2024).

“Kepada teman-teman media, sudah saya sampaikan kemarin, Jumat, bahwa SIS mengadopsi tiga kurikulum internasional yakni Singapura, Cambridge, dan IB (International Baccalaureate). Tapi kita tetap gunakan Kurikulum Merdeka, dimana kurikulum internasional tadi sebagai pendukung dan referensi pengembangan,” ungkap Indhra dalam bahasa Indonesia dengan logat Inggris, di kediamannya, Sabtu (1/6/2024).

Karena Kurikulum Merdeka, lanjutnya, merupakan kurikulum yang diwajibkan Pemerintah, maka menjadi acuan dasar SIS.

“Kita tidak mungkin mengubah acuan dasar itu. Yang paling mungkin hanyalah mencari kurikulum pendukung. Singapura, Cambridge dan IB itulah yang kita pilih. Selain fleksibel, ketiga kurikulum itu terbuka,” tambahnya.

Dalam setahun terakhir, imbuhnya, Indhra sudah menguji tiga kelas sebagai pilot project.

“Hasilnya, respon siswa menjadi lebih hidup dan terus berkembang. Dan yang lebih penting adalah respek siswa terhadap keterampilan kekinian, cepat dan progresif,” katanya bangga.

Untuk terus merawat responsivitas siswa, kata Indra, SIS membekali siswa dengan keterampilan up to date melalui program pembelajaran aktif, codings, robotika, dan virtual reality (VR).

SIS Group of School memiliki 15 sekolah, 11 diantaranya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan 5.000 siswa, sedangkan empat sekolah di India, Myanmar, dan Korea Selatan.

“SIS Group of School ada 11 sekolah dengan 5.000 siswa di seluruh Indonesia. Di SIS Semarang, ada sekitar 500 siswa,” katanya.

Dengan lebih dari 25 kewarganegaraan yang diwakili para siswa dan pendidik, lanjutnys, SIS Semarang mencerminkan sebagai komunitas sekolah internasional.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Arif Widi Fatoni, yang dihubungi melalui telepon, menyampaikan dukungan terhadap pengembangan SIS Semarang.

“Saya berpesan kepada SIS Semarang untuk mengedepankan adab dan attitude sehingga SIS menjadi sekolah internasional yang menjadi rujukan bagi anak didik di wilayah Kota Semarang,” pesannya. (Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page