Kasus Dugaan Percobaan Penculikan di Sragen Mencuat, Sejumlah Aktivis Beri Dukungan Terhadap Korban

Avatar of Redaksi

 

AT (42) terduga korban dugaan penculikan oleh orang tak dikenal beberapa waktu yang lalu. (Masrikin/kabarterdepan.com)
AT (42) terduga korban dugaan penculikan oleh orang tak dikenal beberapa waktu yang lalu. (Masrikin/kabarterdepan.com)

Sragen, kabarterdepan.com – Beredarnya kabar dugaan percobaan penculikan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap AT (42) warga desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen dengan cepat menyebar dan menyita perhatian publik.

Dukungan terhadap AT kian hari terus bermunculan, beberapa tokoh masyarakat mulai dari aktivis pergerakan, anggota pencak silat, tokoh agama di Sragen ikut mengecam peristiwa tersebut.

Salah satu aktivis pergerakan di Sragen, Rois Hidayat, SH., C.Me yang juga seorang Lawyer di Sragen memberikan dukungan moril kepada AT. Pihaknya meminta kepada pihak Kepolisian Resor Sragen bekerja keras untuk menguak kasus tersebut.

“Kami berharap kepada pihak Kepolisian Resor Sragen agar serius menangani kasus itu dan bekerja keras untuk menguaknya,” ucapnya, Rabu (22/5/2024).

Rois menambahkan, korban AT merupakan seorang anggota senior di organisasi pencak silat yang memiliki banyak anggota, hal ini demi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sragen. Selanjutnya, sambung Rois, AT juga seorang aktivis pergerakan, Rois menyebut bahwa peran AT begitu penting untuk masyarakat, pemerintahan dan kepentingan umum.

“Yang dialami AT ini adalah bukan masalah sepele, ini juga demi kamtibmas di wilayah Sragen. Selain itu peran AT sebagai seorang aktivis pergerakan sangat dibutuhkan untuk masyarakat dan kepentingan umum,” tegasnya.

Selain itu, dukungan solidaritas juga datang dari Forum Pergerakan Masyarakat Sragen Bersatu (FPM-SB). Dengan langsung berkunjung ke kediaman AT. Wakil ketua FPM -SB Agus Aryo mengatakan, kunjungan para anggota FPM-SB tersebut merupakan bentuk dukungan kepada AT.

“Kami sesama aktivis pergerakan akan tetap memberikan dukungan kepada AT, kami berikan dukungan moril sebagai bentuk solidaritas. Kemarin kami juga saling koordinasi soal apa yang menimpa AT, nanti kita kawal sama-sama,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, peristiwa dugaan percobaan penculikan yang dialami AT terjadi di kediamannya pada Kamis (16/5/2024) malam. Hal tersebut diungkapkan AT saat dikonfirmasi Rabu (22/5/2024)

Berdasarkan pengakuannya, kejadian tersebut bermula saat dia sedang beraktivitas di dalam rumahnya. Tiba-tiba datanglah 3 orang tidak dikenal, 2 orang bertubuh besar turun masuk ke rumah AT dan 1 orang tetap berada di dalam mobil.

Kedatangan OTK tersebut awalnya disambut baik olehnya, seiring pembicaraan berlangsung Kedua OTK tersebut mengajak AT keluar menemui bosnya untuk membahas pekerjaan.

“Awalnya saya sambut dengan baik. Saya diajak pergi keluar entah kemana, katanya menemui bosnya OTK tersebut untuk membahas pekerjaan,” ungkapnya.

Namun, mendapati gelagat Kedua OTK dinilai tak lazim, AT menolak untuk diajak keluar. Karena penolakan yang dilontarkan oleh AT, percakapan menjadi memanas dan bersitegang. Tidak hanya itu, Kedua OTK tersebut mencoba memaksa AT untuk dibawa ke dalam mobil yang terparkir disamping rumah AT.

“Firasat saya ada yang tidak beres maka saya tolak, tapi mereka tetap ngotot. Leher saya dipiting menggunakan tangan orang tersebut, tapi saya memberontak melakukan perlawanan. Warga sekitar datang dengan cepat mereka pergi,” beber AT.

Adanya dugaan upaya pemaksaan yang dilakukan oleh Kedua OTK tersebut membuat AT harus melakukan perlawanan sehingga menimbulkan keributan dan mengundang kedatangan warga sekitar. Kedatangan warga rupanya membuat kepanikan bagi OTK dan akhirnya dengan cepat pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Lebih lanjut, AT mengungkapkan, sebelumnya sejak pagi hari rumahnya diduga telah diintai oleh seseorang, seperti telah digambar keadaan, hal itu disampaikan oleh istri AT seusai peristiwa itu terjadi.

“Istri saya bilang sejak pagi dan siang sempat melihat ada seseorang yang mondar mandir dan kayaknya memfoto jalan masuk menuju rumah kami, terus malamnya terjadi kejadian itu,” ungkapnya.

Setelah kejadian itu, AT kemudian membuat laporan atas apa yang dialaminya kepada pihak yang berwajib.

Sementara itu, Kapolres Sragen, AKBP Jamal Alam melalui Kasi Humas Polres Sragen Iptu Suyana saat dikonfirmasi media membenarkan adanya laporan tersebut, saat ini dalam proses pendalaman dan penyelidikan.

“Iya, saat ini masih proses penyelidikan dan pendalaman,” pungkasnya. (kin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page